Rabu, 3 Juni 2026

Empat Bulan Tanpa Kepastian, Warga Cipaku Siap Surati Wali Kota

NEWSEmpat Bulan Tanpa Kepastian, Warga Cipaku Siap Surati Wali Kota

PristiwaNews, BOGOR – Empat bulan pasca-angin puting beliung menerjang Kampung Legok Muncang, Kelurahan Cipaku, Bogor Selatan, bantuan yang dijanjikan Pemerintah Kota Bogor tak kunjung turun. Warga mulai kehilangan kesabaran.

Musim hujan kembali datang, namun puluhan kepala keluarga masih tinggal di rumah rusak berat dan sedang. Atap rumah ditambal seadanya dengan terpal dan asbes bekas.

“Sudah empat bulan, tapi belum ada perbaikan. Rumah kami bocor, anak-anak kedinginan. Kami hanya ingin kejelasan dan kepedulian,” ujar SC, warga terdampak, kemarin (7/7).

SC menyebut pihak kelurahan telah menyampaikan data kerusakan ke Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim) Kota Bogor. Namun, hingga kini, tidak ada satu pun bantuan material yang diterima warga.

Sekretaris Dinas Perumkim, Erwin Gunawan, tak menampik lambatnya proses. Ia mengklaim permohonan bantuan sudah masuk dan “di-nota-kan” ke dinas. Tapi saat ditanya soal pencairan, ia tak bisa memberi kepastian waktu.

Warga Geram

Mandeknya bantuan membuat warga menduga lemahnya kesiapan dana tak terduga Pemkot Bogor dalam menangani bencana. Mereka berencana melayangkan surat terbuka kepada Wali Kota Bogor agar persoalan ini segera ditangani.

“Kalau tidak disuarakan, kami terus diabaikan. Sudah capek menunggu,” ujar IM, istri SC, yang tinggal bersama dua anaknya di rumah tanpa atap layak.

Situasi ini kian ironis mengingat UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dengan jelas menyebut pemerintah daerah bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana, termasuk perbaikan hunian.

Janji Tinggal Janji?

Sejak Maret lalu, BPBD Kota Bogor dan Lurah Cipaku memang sempat meninjau lokasi. Bahkan, bantuan sembako sempat diberikan oleh anggota DPRD Kota Bogor, H. Dadang Danubrata. Namun warga menegaskan: yang mereka butuhkan sekarang adalah tindakan konkret, bukan sekadar kunjungan atau janji.

“Kami tak butuh janji lagi. Kami butuh tempat tinggal yang layak,” tegas warga.

Warga Cipaku kini menanti apakah pemerintah akan benar-benar hadir, atau terus membiarkan mereka bertahan dalam kondisi rawan dan tidak manusiawi.

Penulis : Joe Salim

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.