PristiwaNews || An Inspirational Story of a Figure The Mosque Maker “H. Cecep Gogom”
Bogor – Di saat banyak tokoh sibuk mencari panggung politik, ada sosok yang justru menempuh jalan berbeda. Ia hadir di tengah masyarakat bukan untuk memburu popularitas, melainkan membangun sarana ibadah dan memperjuangkan kedaulatan rakyat. Tidak heran jika masyarakat kemudian menyebutnya sebagai The Mosque Maker.
Akhir pekan lalu, sosok ini kembali turun langsung meninjau pembangunan Jami Al-Ikhlash Mosque di Desa Maribaya, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Ia memeriksa detail pekerjaan, mulai dari kesiapan material hingga persiapan gelar bondek dan wermes untuk proses pengecoran.

“Masjid bukan sekadar bangunan, tapi pusat ibadah dan kegiatan umat. Karena itu kualitasnya harus benar-benar dijaga,” ujarnya.
Bagi warga, kehadiran langsung tokoh yang dikenal sederhana ini bukan pemandangan baru. Mereka sudah sering melihat keterlibatannya dalam pembangunan mosque di berbagai daerah, Namun kali ini mereka merasakan semangat yang lebih besar.

“Beliau memberi contoh bahwa kepedulian tidak berhenti pada kata-kata. Beliau hadir dan bekerja bersama kami,” kata salah seorang panitia pembangunan.
Pembangunan Jami Al-Ikhlash Mosque ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Nantinya, rumah ibadah ini diharapkan menjadi pusat ibadah, pendidikan agama, sekaligus ruang bagi kegiatan sosial warga, Namun kiprah sang tokoh tidak hanya berhenti pada sarana ibadah. Ia juga konsisten menyuarakan kepentingan rakyat kecil.
Baginya, umat bukan hanya membutuhkan tempat ibadah yang layak, tetapi juga kehidupan yang sejahtera. Petani dan peternak, yang menjadi ujung tombak kehidupan desa dan ketahanan pangan, selalu ia dorong agar mendapat perhatian serius. Dalam banyak kesempatan, ia menegaskan pentingnya kedaulatan rakyat di sektor pertanian dan peternakan sebagai pondasi kemandirian bangsa.
Di tengah hiruk pikuk elite politik yang sibuk mengurus citra, sosok ini memilih membangun harapan. Di kala banyak yang menghitung suara, ia menghitung amal jariyah dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat kecil.
Sikap konsisten itulah yang menjadikannya teladan. Ia menunjukkan bahwa politik bisa usang, tetapi pengabdian kepada umat dan rakyat akan selalu abadi, Seperti yang diungkapkan salah seorang warga:

“Keluar dari hingar bingar politik, duduk bersama umat dan masyarakat tanpa batas itulah H. Cecep Gogom,tidak pernah berfikir untuk dirinya sendiri, selalu mengutamakan kepentingan umat dan masyarakat luas, sehat selalu Baba Gogom”, ujarnya.
Di mata masyarakat, ia bukan hanya hadir sebagai tokoh, melainkan sahabat yang mau berjalan bersama mereka. Karena pada akhirnya, kekuasaan bisa silih berganti, popularitas bisa pudar, namun pengabdian yang lahir dari ketulusan akan selalu dikenang.
Reporter/Red
