PristiwaNews | Kabupaten Tangerang
Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai hembusan angin berkekuatan tinggi melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang pada Senin, 12 Januari 2026. Intensitas hujan yang berlangsung cukup lama, ditambah terpaan angin kencang, memicu terjadinya kerusakan serius di berbagai titik pemukiman warga.
Salah satu dampak paling signifikan dari peristiwa ini adalah banyaknya rumah penduduk yang mengalami kerusakan struktural, terutama pada bagian atap yang tidak mampu menahan tekanan angin hingga akhirnya runtuh. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan kerugian materiil bagi warga terdampak, sehingga situasi ini menjadi perhatian serius bagi pihak terkait.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang pada sekitar pukul 08.30 pagi tadi. Akibat tiupan angin kencang, sejumlah rumah di RT 07/08 RW 05, Desa Sukadiri, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap rumah.
Ketua Organisasi Pemuda Pancasila Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang Bapak Adi Asrawijaya beserta Sekretaris Organisasi Pemuda Pancasila Kecamatan Sukadiri, Ibu Atisah, S. Mb dan Jajaran Pengurus Ranting Desa Sukadiri turut hadir meninjau lokasi serta membantu para warga yang terdampak bencana.

“Kami dari Organisasi Pemuda Pancasila sangat prihatin atas kejadian bencana angin puting beliung yang terjadi di wilayah kami yaitu Desa Sukadiri. Kami berharap pihak-pihak terkait dapat membantu masyarakat yang terkena dampak dari musibah angin puting beliung ini.” ujar Sekretaris Pemuda Pancasila Kecamatan Sukadiri, Ibu Atisah S. Mb.
“Saya selaku ketua Organisasi Pemuda Pancasila Kecamatan Sukadiri menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya Kecamatan Sukadiri agar dapat lebih waspada lagi terhadap kondisi cuaca ekstrem yang baru-baru ini sering melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang.” Ungkap Ketua Organisasi Pemuda Pancasila Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang Bapak Adi Asrawijaya.
Berdasarkan data sementara, tercatat hampir 20 rumah milik warga mengalami kerusakan, seperti kerusakan pada bagian atap dan beberapa struktur bangunan lainnya. Selain itu, terdapat satu rumah warga yang mengalami kerusakan berat hingga menyebabkan kondisi bangunan tidak lagi layak untuk dihuni. Kerusakan parah tersebut mengharuskan pemilik rumah untuk sementara waktu meninggalkan tempat tinggalnya demi alasan keselamatan.
“Saya lagi duduk di depan, tiba-tiba ada angin kenceng banget. Kejadian tadi sekitar setengah sembilan, pas ujan gede banget.” ujar warga yang kerap disapa “abah”. Abah menjadi satu-satunya warga RT 07/08 RW 05 yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Peristiwa tersebut tidak sekadar menyebabkan kerugian secara finansial bagi warga yang terkena dampak, tetapi juga menuntut keterlibatan serius dan langkah lanjutan dari instansi berwenang untuk menjamin aspek keselamatan sekaligus memulihkan kembali kondisi lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Saat ini warga yang terdampak langsung membenahi atap rumah yang berjatuhan/ambruk di rumah mereka masing-masing secara mandiri dan yang rumahnya cukup parah hanya mengungsi ke rumah warga sekitar yang tidak terdampak.
(Ifra)
