Selasa, 30 Juni 2026

WASPADA! INVESTASI BODONG “UNTUNG KILAT” RUGIKAN KORBAN HINGGA RATUSAN MILIAR, TERDUGA OTH BERPINDAH TEMPAT

TNI - POLRIKRIMINALWASPADA! INVESTASI BODONG "UNTUNG KILAT" RUGIKAN KORBAN HINGGA RATUSAN MILIAR, TERDUGA OTH BERPINDAH TEMPAT

PristiwaNews || Waspada Praktik Investasi Bodong

Dunia investasi kembali digemparkan oleh dugaan investasi bodong yang menjanjikan keuntungan kilat, hanya dalam 1–2 hari. Sejumlah korban dari berbagai wilayah melaporkan kerugian besar, dengan nilai total diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Terduga pelaku, berinisial OTH , diduga menggunakan modus membangun kepercayaan di lingkungan tempat tinggal barunya. Aktif dalam kegiatan sosial, royal, dan cepat akrab, terduga menawarkan skema investasi dengan janji keuntungan fantastis. Namun, setelah dana terkumpul, terduga kerap berpindah tempat, membawa uang korban, dan menghilang begitu saja.

Kasus terbaru terjadi di Cibinong, di mana seorang korban melaporkan telah menyetorkan dana senilai 840 juta rupiah pada 25 April, setelah dijanjikan keuntungan besar dalam 2 hari. Namun, terduga izin ke ATM dan tak kembali. Barang-barang di lokasi pun ditinggalkan, sementara laporan polisi sudah dibuat.

Tidak hanya di Cibinong, korban juga berasal dari Bali, Yogyakarta, Semarang, Cilacap, Kroya, Banjar (Ciamis), Tasikmalaya, Bandung, Bogor, dan Jabodetabek. Nilai kerugian total disebut mencapai lebih dari 100 miliar rupiah.

Pola pelaku, menurut korban, adalah berpindah tempat dalam waktu singkat, membangun kepercayaan, menghimpun dana, lalu menghilang sebelum terdeteksi. Ketika kasus diviralkan di media sosial, terduga diduga menghubungi korban dan menawarkan “penyelesaian” asalkan unggahan dihapus.

Pihak berwenang mengingatkan, ciri utama investasi bodong adalah janji keuntungan tinggi tanpa risiko jelas dan tanpa legalitas yang terverifikasi. Masyarakat diimbau tidak tergiur janji-janji manis dan segera lapor ke polisi jika menjadi korban. Penegakan hukum diharapkan dapat membongkar jaringan ini dan melindungi masyarakat dari praktik penipuan serupa di masa mendatang.

Reporter || Redaktur PristiwaNews

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.