PristiwaNews | TANGERANG – Perempuan asal Pacitan (id) yang tinggal di Surabaya, awalnya merasa senang ketika mendapat tawaran pekerjaan lewat pesan WhatsApp. Orang yang menghubunginya bernama Risky, mantan rekan kerjanya yang mengaku sudah membuka perusahaan penyalur asisten rumah tangga. Karena merasa sudah kenal lama, Ida tidak merasa curiga sedikit pun.
Awalnya, pembicaraan berjalan wajar seperti proses cari kerja pada umumnya. Mereka membahas jenis pekerjaan, berkas yang dibutuhkan, hingga tempat penempatan kerja. Semakin lama, (id) semakin yakin bahwa tawaran itu benar-benar asli.
Namun lama-kelamaan, pembicaraan mulai berubah arah. Tidak lagi membahas soal pekerjaan, tapi mulai masuk ke hal-hal pribadi. Risky bahkan meminta (id) mengirimkan foto dan video pribadi. Hal ini membuat korban merasa tidak nyaman dan seolah-olah dimanfaatkan.
“Awalnya saya percaya karena pembicaraannya soal pekerjaan. Saya pikir ini kesempatan yang serius. Tidak pernah saya sangka pembicaraan itu berubah jadi hal yang membuat saya merasa rugi dan dimanfaatkan,” ujar korban seperti yang ia tulis di media sosialnya dan menjadi viral.
Pengalaman itu membuat korban mulai ragu apakah perusahaan yang ditawarkan itu benar-benar resmi. Ia pun berusaha mencari tahu kebenarannya, dan akhirnya berkenalan dengan Valentina Maya Sari,
Pemimpin perusahaan Val The Consultant Group yang bergerak di bidang penyaluran tenaga kerja yang sah dan profesional.
Bukan hanya sekadar memberi nasihat, pihak Val The Consultant langsung membantu korban : mengecek apakah perusahaan itu memiliki izin resmi, mengajarkan cara proses rekrutmen yang benar, serta membantu korban melapor ke pihak berwajib dan Kementerian Ketenagakerjaan.

Setelah dicek, pihak Kementerian Ketenagakerjaan mengonfirmasi bahwa perusahaan yang ditawari itu belum memiliki izin resmi. Laporan yang disampaikan akan segera diproses sesuai aturan yang berlaku.
“Setiap orang yang sedang mencari pekerjaan berhak dilindungi, mulai dari saat proses pencarian hingga diterima kerja. Kami tidak hanya sekadar mencarikan tempat kerja, tapi juga mengajarkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat memilih perusahaan penyalur tenaga kerja.” Jelas Valentina.
Bagi Ida, bantuan yang ia terima memberinya keberanian untuk membela haknya sekaligus memberi tahu orang lain agar tidak mengalami hal yang sama.
“Saya hanya ingin tidak ada lagi perempuan yang mengalami nasib seperti saya. Pastikan dulu perusahaan yang menawarkan pekerjaan itu benar-benar resmi, bekerja dengan cara yang baik, dan bisa dipercaya,” kata korban
Meskipun proses hukum masih berjalan, kisah (i) mengingatkan kita: jangan hanya tergiur janji pekerjaan saja. Cek dulu apakah perusahaannya resmi, prosesnya jelas, dan sungguh-sungguh melindungi pencari kerja.
Sebagai tindak lanjut, PT Val Konsultan Indonesia juga akan mengonfirmasi ke Kementerian Ketenagakerjaan terkait status izin perusahaan tersebut, termasuk dugaan penggunaan lambang atau nama yang menyerupai milik Kementerian Ketenagakerjaan. (*) red
