PristiwaNews News | JEMBRANA — Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., M.S.I., menyambut langsung kedatangan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dalam rangka mendukung rangkaian agenda strategis nasional berupa Launching dan Groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kabupaten Jembrana, Bali.
Dalam penyambutan tersebut, Wakapolda Bali didampingi Karo Ops Polda Bali dan Dansat Brimob Polda Bali. Kehadiran jajaran pimpinan Polda Bali sekaligus menjadi bagian dari kesiapan Polri dalam mendukung kelancaran, keamanan, dan ketertiban seluruh rangkaian kegiatan kenegaraan yang berlangsung di Pulau Dewata.
Agenda Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp berlangsung di kawasan Monumen Operasi Lintas Laut Jawa–Bali, Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam pelaksanaan agenda pemerintah yang berkaitan dengan penguatan ketahanan energi nasional dan percepatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan.

Kehadiran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukkan dukungan Polri terhadap pelaksanaan program strategis pemerintah, sekaligus memastikan aspek keamanan dalam kegiatan yang dihadiri Presiden Republik Indonesia beserta jajaran pejabat negara.
Polda Bali bersama unsur terkait telah mempersiapkan pengamanan secara terpadu, mulai dari pengamanan lokasi kegiatan, jalur yang dilalui rombongan VVIP, pengaturan lalu lintas, hingga pengamanan pada sejumlah titik yang dinilai strategis. Koordinasi lintas sektoral juga menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.
Pengamanan agenda Presiden merupakan operasi yang membutuhkan kesiapan personel, koordinasi, serta ketelitian tinggi. Karena itu, setiap unsur yang terlibat dituntut memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, termasuk melakukan antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan maupun kepadatan arus lalu lintas.
Di sisi lain, agenda pembangunan PLTS tersebut membawa pesan penting mengenai arah pembangunan energi Indonesia ke depan. Pemanfaatan energi surya diharapkan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya memperkuat kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi berbasis fosil.
Bali sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih juga memiliki posisi strategis dalam mendukung transformasi tersebut. Selain dikenal sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali terus diarahkan untuk memperkuat pembangunan yang selaras dengan kelestarian lingkungan dan pemanfaatan sumber energi yang lebih berkelanjutan.
Program PLTS berskala besar diharapkan tidak sekadar menjadi pembangunan infrastruktur energi, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong investasi, inovasi teknologi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekosistem energi terbarukan di Indonesia.
Bagi Polri, keberhasilan sebuah agenda strategis nasional tidak hanya diukur dari berlangsungnya kegiatan secara aman. Stabilitas keamanan juga menjadi salah satu fondasi penting agar pembangunan dan investasi dapat berjalan berkesinambungan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, kehadiran Kapolri bersama jajaran Polda Bali dalam rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan sinergi antara aspek pembangunan dan keamanan. Polri mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya untuk memastikan agenda pemerintah dapat terlaksana dalam situasi yang kondusif.
Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa bersama Karo Ops dan Dansat Brimob Polda Bali juga memastikan kesiapan jajaran dalam mendukung pengamanan seluruh rangkaian kegiatan di Jembrana.
Dengan pengamanan terpadu dan koordinasi antarlembaga, pelaksanaan Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp diharapkan berlangsung aman dan lancar.
Agenda tersebut sekaligus menjadi momentum penting dalam perjalanan menuju ketahanan dan kemandirian energi nasional. Pembangunan energi bersih tidak hanya berbicara mengenai kebutuhan listrik hari ini, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan dan ketersediaan energi bagi generasi mendatang.
Dari Jembrana, Bali, komitmen menuju Indonesia yang semakin mandiri dalam sektor energi kembali ditegaskan. Polri hadir memastikan keamanan dan ketertiban, sementara pemerintah mendorong percepatan transformasi energi melalui pemanfaatan sumber energi bersih dan terbarukan demi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.(*) red
