PristiwaNews| Slawi,- Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Pendopo Amangkurat, Kabupaten Tegal, Jumat (09/10/2026) malam.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Lukman Hakim berharap Kabupaten Tegal dapat menjadi tuan rumah PORSADIN tingkat nasional pada 2028. Ia menilai daerah ini berpotensi menyelenggarakan kegiatan yang lebih besar.

Sebanyak 824 santri dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah berlaga dalam 30 cabang lomba pada ajang bertema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti” ini. Peserta terdiri atas 396 santri putra dan 428 santri putri dari 27 tim. Lomba tersebut menjadi wadah mengasah kemampuan, menumbuhkan sportivitas, dan mempererat silaturahmi antarsantri dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Ischak menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tegal sebagai tuan rumah PORSADIN tingkat provinsi tahun ini. Ia menegaskan pemerintah daerah siap mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama pengembangan pendidikan keagamaan dan pembinaan karakter generasi muda.
“Pada prinsipnya, kalau untuk kemaslahatan dan kebaikan, kami Pemerintah Kabupaten Tegal siap untuk bersama-sama,” ujarnya.

Menurut Ischak, PORSADIN memberi ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan prestasi melalui kerja sama pemerintah daerah, Kementerian Agama, FKDT, dan masyarakat.
Ischak juga menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tegal memberi perhatian pada pendidikan keagamaan melalui insentif bagi guru ngaji. Pada 2026, sekitar 9.300 guru ngaji menerima insentif Rp2 juta per orang per tahun. Jumlah penerima direncanakan menjadi 10.500 orang pada 2027, dengan anggaran yang diproyeksikan naik dari sekitar Rp18 miliar menjadi Rp21 miliar per tahun.
Di tengah kondisi efisiensi anggaran, Ischak mengajak semua pihak menjaga komitmen tersebut.
“Kita juga harus menyadari bahwa saat ini seluruh daerah mengalami efisiensi anggaran. Karena itu, dibutuhkan perjuangan dan komitmen bersama agar pemerintah dan para guru ngaji bisa terus bersinergi dalam memperhatikan kesejahteraan mereka,” tuturnya.
Ketua Umum DPP FKDT Lukman Hakim mengapresiasi kekompakan FKDT Jawa Tengah. Ia menyebut PORSADIN merupakan hasil pembinaan berjenjang dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga nasional. Ia juga berharap kontingen Jawa Tengah meraih gelar juara umum pada PORSADIN kali ini.
“Saya terenyuh kalau melihat kekompakan dari FKDT. Walaupun kondisi keuangannya terbatas, semangatnya luar biasa,” kata Lukman.
Lukman menambahkan, PORSADIN juga berkaitan dengan upaya pembinaan talenta santri di lingkungan Madrasah Diniyah Takmiliyah.
“PORSADIN merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk mencari dan mengembangkan talenta-talenta santri di kalangan Madrasah Diniyah Takmiliyah,” ujarnya.
Ketua Panitia Pelaksana PORSADIN VIII Ahmad Sururi berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tegal dan semua pihak yang mendukung penyelenggaraan acara. Menurut dia, PORSADIN menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam pembinaan santri agar tumbuh berakhlak mulia dan berkontribusi bagi bangsa.
“Madrasah diniyah sesungguhnya menjadi garda terdepan untuk membangun dan memperkuat pendidikan karakter atau budi pekerti,” ungkapnya.

Pembukaan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tegal, unsur Forkopimda Kabupaten Tegal, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, jajaran FKDT Jawa Tengah, para kepala daerah atau perwakilan se-Jawa Tengah, ulama, pengasuh pondok pesantren, ustaz, ustazah, dan peserta.(*)
Agusto
