Rabu, 3 Juni 2026

Datangi RSPP Korban Pemukulan di Mako Cafe Cabut Perban Jahitan

TNI - POLRIKRIMINALDatangi RSPP Korban Pemukulan di Mako Cafe Cabut Perban Jahitan

JAKARTA – Budianto Tahapary Korban pemukulan oleh oknum Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) mendatangi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, (24/10/2022). Kedatangan Budi untuk membuka perban di kepalanya, saat mendatangi RSPP Budi didampingi oleh beberapa tim kuasa hukum dari kantor hukum Fidel Angwarmasse & Partner.

Saat ditemui di RSPP, Budi mengatakan kedatangan saya ke sini adalah untuk membuka perban di kepala. Dimana pada Senin (17/10) lalu, saya mengalami penganiayaan di Mako Cafe yang bermula saat mediasi sengketa tanah di sana.

“Ini akibat peristiwa yang terjadi di hari Senin 17 Oktober 2022 di Mako Kafe, sebetulnya kejadian ini sederhana, kita mediasi karena programnya pak Kapolri jelas Restorative Justice, segala permasalahan kalau bisa didamaikan tidak perlu ada upaya hukum pidana, jadi ini bisa dilakukan siapapun masyarakat boleh melakukan itu, terlebih permasalahan tanah,” ujar Budianto Tahapary kepada wartawan di RSPP, Jakarta Selatan pada Senin 24/10

Menurut Budianto Tahapary sekaligus sebagai kuasa ahli waris pemilik lahan terlebih persoalan tanah ini banyak dimainkan oleh mafia dan oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Pak Menteri ATR BPN pernah bilang lima pemain oknum mafia tanah, di BPN ada oknum, di pengacara ada oknum, di notaris ada oknum, di camat dan lurah juga ada oknum, kita bekerja di bidang yang memang berurusan pertanahan, jadi seseorang menyampaikan dia punya SK penerbitan hak aturan yang berlaku di ATR BPN hanya 6 bulan setelah SK terima jadi sertifikat,” kata Budianto Tahapary.

Dirinya secara khusus juga mengucapkan terimakasih kepada Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi yang secara cepat langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku pengeroyokan terhadap dirinya.

Selain itu, Fidel Angwarmasse sabagai Kuasa Hukumnya menerangkan upaya langkah hukum terhadap kliennya yakni Budianto Tahapary yang menjadi korban kekerasan pemukulan oleh oknum ormas PP itu akan mengawalnya atau mendampinginya sampai kasus ini tuntas.

“Tugas kita adalah mengawal proses kasus ini, kalau kemudian yang disampaikan korban ada pembiaran dari aparat kita akan tindak lanjut. Pertama tidak ada pengerahan massa sejak awal kami datang hanya untuk mediasi, tidak ada penyerobotan lahan, mohon perhatikan tindakan penganiayaan, pengeroyokan, aparat penegak hukum kroscek kapolseknya ada, kanit reskrim, kanit intel itu saja yang kami jelaskan,” pungkas Fidel Angwarmasse.

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.