Minggu, 15 Februari 2026

Sambut Bulan Suci Ramadhan, Lurah Babakan M. Ali Furqon Hadiri Tradisi Keramas Massal di Bantaran Sungai Cisadane

NEWSSambut Bulan Suci Ramadhan, Lurah Babakan M. Ali Furqon Hadiri Tradisi Keramas Massal di Bantaran Sungai Cisadane

PristiwaNews | Kota Tangerang – Menyambut Ramadhan 1445 Hijriah, M. Ali Furqon selaku lurah Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang hadiri kegiatan tradisi keramas massal. Acara berlangsung di bantaran Sungai Cisadane, Minggu (10/3/2024).

Turut Hadir, PJ Walikota Tangerang Dr. Nurdin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Rizal Ridolloh, lurah Babakan M. Ali Furqon,Ketua DKM Masjid Al-Huda Arifudin, serta para warga yang mengikuti tradisi keramas masal.

Dalam kesempatannya, Pj Wali Kota. mengapresiasi tradisi dan budaya tersebut sebagai salah satu keunikan dan ciri khas dari Kota Tangerang yang tentunya harus terus dilestarikan.

“Tradisi dan budaya ini selain harus dilestarikan juga harus senantiasa dibarengi dengan semangat untuk membersihkan tidak hanya diri tetapi juga hati dan jiwa dalam rangka menyambut bulan suci ramadan,” tutur Pj dalam kegiatan yang berlangsung di Dermaga Sungai Cisadane, Kampung Bekelir, Kelurahan Babakan, Minggu, (10/03).

Selain membersihkan diri dan hati, Dr. Nurdin, yang usai kegiatan berkesempatan untuk berkeliling Sungai Cisadane dan Kampung Bekerlir tersebut, turut mengajak masyarakat untuk turut bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar terutama kebersihan sungai dan kampung.

“Selain bersih secara jasmani dan rohani, juga harus dibarengi dengan kebersihan lingkungan. Agar ibadah kita di bulan Ramadan tahun ini dapat lebih khidmat dan khusyu,'” imbuh Dr. Nurdin.

Ditempat yang sama kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Rizal Ridolloh menjelaskan, keramas massal merupakan tradisi masyarakat Kota Tangerang khususnya warga Kampung Berkelir yang sudah dilakukan secara turun temurun. Keramas massal ini juga merupakan simbol dalam membersihkan diri menyambut bulan Ramadan.

“Ini tentu menjadi khazanah kebudayaan yang ada di Kota Tangerang dan harus terus dijaga. Alhamdulillah, ratusan warga hadir mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Artinya, mereka masih peduli dengan budaya yang ada di Kota Tangerang,” jelasnya.

Ia melanjutkan, tradisi keramas massal ini juga sedang diajukan oleh Pemerintah Kota Tangerang sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Hal tersebut, merupakan upaya menjaga budaya keramas massal dan menjadikan ikon tradisi masyarakat Kota Tangerang.

“Tahun ini kami mengajukan keramas massal menjadi WBTB ke Kemendikbudristek. Kami lihat, tradisi ini tidak ada di daerah lain. Jadi, mudah-mudahan dapat disetujui menjadi WBTB Kota Tangerang yang terbaru,” lanjutnya.

Ketua DKM Masjid Al-Huda Arifudin menyambut baik upaya Pemkot Tangerang mengusulkan keramas massal menjadi WBTB. Ia berharap, tradisi ini dapat terus berlanjut dan tidak berhenti di satu generasi tertentu.

“Alhamdulillah, kami menyambut baik karena itu adalah bukti kepedulian Pemkot Tangerang akan budaya yang ada di masyarakat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkot Tangerang, mudah-mudahan tradisi ini dapat terus berlanjut,” tutupnya.

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.