Minggu, 15 Februari 2026

Akhirnya Menaker Buka Suara Soal Imbauan THR Buat Driver Ojol

NEWSAkhirnya Menaker Buka Suara Soal Imbauan THR Buat Driver Ojol

PristiwaNews, Jakarta – Imbauan memberikan THR kepada driver ojek online (ojol) yang dikeluarkan Kementerian Ketenagakerjaan bikin heboh. Pasalnya para perusahaan aplikasi hanya menyanggupi untuk memberikan insentif tambahan di hari raya bukan THR seperti karyawan pada umumnya.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan imbauan ini bentuk dorongan Kementerian Ketenagakerjaan agar driver ojol juga mendapatkan THR. Dia bilang, hal ini hanya imbauan dan tidak masuk ke dalam kewajiban pembayaran THR oleh perusahaan karena ojek online kedudukannya hanya mitra kerja.

“Jadi itu adalah niat baik kami untuk dorong platform apa namanya itu, untuk berikan THR. Kalau dilihat ruang lingkupnya memang tidak masuk dalam surat edaran ini. Jadi itu harus dipahami sebagai niat baik kami mendorong perusahaan aplikasi ini agar memberikan perhatian, karena ini kan hubungannya kemitraan maka tidak masuk cakupan,” kata Ida ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2024) kemarin.

Dia mengapresiasi perusahaan aplikasi ojek online mau menyiapkan insentif khusus untuk hari raya. Dia menyebut hal ini bagaikan perhatian kepada para driver ojol.

Lalu apakah insentif saja cukup meski tak berupa THR? Ida tak mau menilai. Yang jelas hubungan kemitraan secara aturan memang tak bisa mendapatkan THR.

Pihaknya terus berupaya agar bentuk-bentuk perhatian semacam THR bisa ditingkatkan kalau perlu jadi kewajiban dengan adanya landasan aturan.

“Ini kan kita pahaminya memang bukan hubungan tenaga kerja, hanya kemitraan terus kita dorong sih, semoga saja nanti ada aturannya, sekali lagi dipahami ini adalah niat baik kami agar mereka dapat perhatian,” sebut Ida.

Soal konsekuensi tak memberikan perhatian semacam THR setelah adanya imbauan Kementerian Ketenagakerjaan, Ida tidak mau bicara banyak. Dia cuma bilang dirinya bakal merinci soal kebijakan imbauan THR untuk ojek online ini di depan Komisi IX DPR besok.

“Besok ya saya ada raker di komisi IX, kami akan berikan penjelasan lebih rinci ke komisi IX,” kata Ida.

Sebelumnya, Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) menilai insentif lebaran yang dikeluarkan para aplikasi ojek online usai ada imbauan Kementerian Ketenagakerjaan bukanlah bentuk THR.

“Kami menolak aturan aplikator dalam pemberian insentif Lebaran. Karena pengemudi wajib menjalankan pekerjaan untuk mendapatkan insentif. Hal itu jelas bukanlah THR,” tegas Ketua SPAI, Lily Pujiati dalam keterangan resminya, Rabu (20/3/2024).


ADVERTISEMENT
Terbaru

3 KOMENTAR

  1. Niat baik tidak selalu berujung baik Bu Menaker,aplikator hanya memikirkan untung rugi secara sepihak,menurut hemat saya kalau hanya dikasih insentif saat hari libur lebaran,mungkin sebagian besar driver enggak akan dapet karena mereka sedang merayakan lebaran,itu cuma akal akalan aplikator aja supaya driver tetap jalan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.