Kamis, 19 Mei 2022

Beda Hepatitis Biasa Vs Akut Misterius, Gejala dan Sebaran Kasus di Indonesia

PemerintahanBeda Hepatitis Biasa Vs Akut Misterius, Gejala dan Sebaran Kasus di Indonesia
Beda Hepatitis Biasa Vs Akut Misterius, Gejala dan Sebaran Kasus di Indonesia | Pristiwa News | Pristiwa.com

PristiwaNews | Jakarta – Hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya alias misterius masih menjadi sorotan. Sudah ada berapa kasus di Indonesia dan apa bedanya dengan hepatitis biasa?
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), dr Siti Nadia Tarmizi memberi catatan terkait perbedaan mencolok pada hepatitis akut misterius. Salah satunya adalah perburukan yang terjadi dalam waktu cepat.

“(Terjadi dalam) 7-10 hari, tapi dia riwayatnya udah mual muntah diare 5 hari sebelumnya, terus dirawat di rumah sakit 3 hari, sampai ke rumah sakit rujukan dua hari tapi dia sudah kejang-kejang,” beber dr Nadia saat ditemui di agenda Asean Health Ministers Meeting 2022 Bali, Sabtu (14/5/2022).

Pada hepatitis akut biasa, gejala tersebut umumnya tidak ditemukan. Perburukan pada hepatitis akut misterius juga kerap berujung pada penurunan kesadaran.

“Jadi diawali muntah diare biasa jatuh ke kondisi kejang berat itu 3 hari 5 hari makanya dia disebut hepatitis akut berat,” kata dia.

“Karena kalau 14 hari orang yang terkena hepatitis jadi kejang, penurunan kesadaran, kalau hepatitis normal nggak akan terjadi kejang, itu kuncinya dia,” sambung dr Nadia.

Sementara itu, Direktur RSPI Dr Sulianto Saroso dr Mohammad Syahril dalam laporan Kemenkes menyebut sebagian besar pasien hepatitis akut misterius mengalami gejala demam. Sebanyak 13 dari 18 pasien mengalaminya.

“Gejala-gejala yang timbul di 18 pasien ini yang pertama ada demam sebanyak 72,2 persen (13 orang),” buka Syahril dalam konferensi pers Kemenkes RI Jumat (13/5/2022).

Daftar gejala yang terlaporkan adalah sebagai berikut:

  • Demam (dialami 13 pasien): 72 persen
  • Mual (dialami 10 pasien): 55,6 persen
  • Muntah: 50 persen
  • Hilang nafsu makan: 50 persen
  • Diare akut: 44,4 persen
  • Malaise/Lethargy: 44,4 persen
  • Nyeri bagian perut: 38,9 persen
  • Arthalgia/myalgia: 27,8 persen
  • Sklera/kulit ikterik: 22,2 persen
  • Gatal: 11,1 persen
  • Urine seperti teh: 5,6 persen
  • Perubahan warna feses: 5,6 persen
  • Sesak napas:

Hingga 13 Mei 2022, tercatat sudah ada 32 kasus dugaan hepatitis akut misterius di Indonesia. Sebanyak 15 kasus dikeluarkan dari data pelaporan karena tidak memenuhi definisi operasional yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia WHO.
Berikut sebaran kasus diduga hepatitis akut misterius di Indonesia hingga 13 Mei pukul 17:00:

Satu kasus probable

  • 1 Kasus di DKI Jakarta

Tujuh kasus discarded (pasien berusia di atas 16 tahun):

  • 6 Positif DBD
  • 1 Underlying Keganasan

Sembilan kasus pending klasifikasi:

  • 1 kasus Sumatera Utara
  • 1 kasus Sumatera Barat
  • 1 kasus Jawa Barat
  • 4 kasus DKI Jakarta
  • 2 kasus Jawa Timur
Beda Hepatitis Biasa Vs Akut Misterius, Gejala dan Sebaran Kasus di Indonesia | Pristiwa News | Pristiwa.com
SourceDetik.com
SAMBUTAN
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Terbaru
POPULER

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini