Kamis, 19 Mei 2022

Gara-gara Inter Milan, Juventus Dilanda Perpecahan Hebat Antar Petinggi

SPORTGara-gara Inter Milan, Juventus Dilanda Perpecahan Hebat Antar Petinggi
Gara-gara Inter Milan, Juventus Dilanda Perpecahan Hebat Antar Petinggi | Pristiwa News | Pristiwa.com

PristiwaNews | Harus mengakhiri musim 2021/2022 tanpa trofi rupanya membuat Juventus dan para pengurusnya kebakakaran jenggot. Usai kalah dari Inter Milan di final Coppa Italia tempo hari, kabarnya kini petinggi Nyonya Tua sedang terlibat persitegangan hebat.

Laporan dari La Gazzetta dello Sport Pavel Nedved, legenda sekaligus wakil presiden Juventus, memasuki ruang ganti timnya usai final di Olimpico Roma pada Kamis (12/05/22) lalu.

Tujuannya bukan untuk memberi semangat usai Juventus kena comeback 4-2 menyakitkan dari Inter Milan, namun Nedved justru marah-marah.

Pelatih Massimiliano Allegri yang terkena kartu merah serta sejumlah pemain senior jadi korban utama murka eks winger internasional Republik Ceko tersebut.

Kemarahan Nedved masih belum reda bahkan saat Juventus pulang ke Turin lebih awal dari waktu yang sebelumnya dijadwalkan. Begitu tiba di markas,

Pavel Nedved giliran mencak-mencak pada sesama petinggi klub seperti Andrea Agnelli (presiden), Maurizio Arrivabene (CEO), dan Federico Cherubini (direktur olahraga).

Ketiganya juga sama-sama melampiaskan amarah pada Nedved dan masih menurut La Gazzetta dello Sport, penyebba utama perdebatan mereka adalah posisi Allegri sebagai pelatih.

Pavel Nedved bahkan sejak 2019 bersama mantan direktur Fabio Paratici ingin agar Juventus dilatih oleh allenatroe lain selain Massimiliano Allegri yang mereka anggap sudah tidak lagi masuk jajaran manajer top Eropa.

Di sisi lain keluarga Agnelli selaku pemilik Juventus justru senang pada Allegri sehingga akhirnya perpecahan besar tidak bisa dihindari.

Gara-gara Inter Milan, Juventus Dilanda Perpecahan Hebat Antar Petinggi | Pristiwa News | Pristiwa.com

Allegri Pantas Diganti?

Juventus dan Massimiliano Allegri sebenarnya punya kans untuk menjadi kampiun Coppa Italia yang cukup besar. Meski harus tertinggal lebih dahulu dari Inter Milan via gol cepat Nicolo Barella, di awal babak kedua Alex Sandro dan Dusan Vlahovic bisa membawa Nyonya Tua berbalik unggul.

Akan tetapi wajil Kota Mode kemudian mendapatkan penalti di menit ke-80 yang mampu dikonversi menjadi gol oleh Hakan Calhanoglu.

Pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan waktu dimana Juventus kemudian dipaksa takluk oleh sang rival yang menambah dua gol lewat lesakan Ivan Perisic. Salah satunya lagi-lagi tercipta dari titik putih.

Juventus pun dipaksa untuk merasakan musim tanpa trofi lagi setelah sepuluh tahun lamanya. Kali terakhir Il Bianconeri nirgelar adalah di 2010/2011 atau empat musim pasca degradasi ke Serie B akibat calciopoli.

Tidak heran jika Allegri kemudian terancam kehilangan pekerjaannya di Allianz Stadium meski ia bisa beralasan tidak sempat menanggulangi kepergian Cristiano Ronaldo di awal musim. Juventus kabarnya sudah mempersiapkan sejumlah nama untuk jadi pengganti eks bos AC Milan tersebut dan masih punya DNA klub juga.

Dua diantaranya adalah Alessandro Del Piero dan Antonio Conte. Sepasang figur besar dalam sejarah Juventus namun hanya nama kedua yang punya cerita sukses di dunia manajerial.

Yang jelas Juventus butuh sosok dengan kapabilitas tinggi agar pada musim depan tidak lagi tertinggal dalam persaingan dengan Inter Milan dan AC Milan dalam perebutan Liga Italia dan Coppa Italia.

Gara-gara Inter Milan, Juventus Dilanda Perpecahan Hebat Antar Petinggi | Pristiwa News | Pristiwa.com

Allegri jadi Korban Kekerasan Inter Milan di Final Coppa Italia

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri membongkar perlakuan keji oknum Inter Milan saat kedua tim berhadapan di final Coppa Italia 2021/22 Dalam pertandingan perebutan gelar juara Coppa Italia 2021/22, Juventus harus menelan kekalahan dari rival abadinya, Inter Milan, di Stadion Olimpico pada Kamis (12/05/22).

Pada laga tersebut, Inter berhasil keluar sebagai juara usai mengandaskan perlawanan Juventus dengan skor 4-2 dalam laga yang berlangsung selama 120 menit.

Inter Milan mampu unggul lebih dulu di laga tersebut lewat gol sepakan jarak jauh Nicolo Barella di menit ke-6. Keunggulan itu bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Juventus mampu mengejar ketertinggalan lewat Alex Sandro di menit ke-50. Tak sampai dua menit berselang, Si Nyonya Tua berbalik unggul lewat gol Dusan Vlahovic.

Namun keunggulan itu harus pupus di 15 menit terakhir pertandingan usai wasit menunjuk titik putih. Hakan Calhanoglu yang menjadi penentu sukses membawa Inter menyamakan kedudukan.

Gara-gara Inter Milan, Juventus Dilanda Perpecahan Hebat Antar Petinggi | Pristiwa News | Pristiwa.com
SourceINDOSPORT
SAMBUTAN
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Girl in a jacket
Terbaru
POPULER

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini