PristiwaNews || Sinergitas Nyata untuk Masa Depan Puncak yang Lebih Baik
CISARUA – Gerakan penghijauan kawasan Puncak kembali digelorakan. Pada 20 September 2025, Forkopimcam Cisarua bersama pengusaha, komunitas lingkungan, dan masyarakat melaksanakan aksi penanaman pohon di 9 desa dan 1 kelurahan se-Kecamatan Cisarua.
Dalam kegiatan ini, sekitar 1.000 batang pohon dibagikan dan ditanam di berbagai titik lahan kritis kawasan Puncak. Aksi ini sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam upaya memulihkan kelestarian kawasan Puncak.
Dari pemerintah pusat, Pak Tulus, Direktur PerAiran sekaligus perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, menegaskan bahwa fokus besar KLH ke depan bukan hanya penghijauan, tetapi juga pengelolaan sampah dan kebersihan sungai.

“Menanam pohon saja tidak cukup. Sampah yang menumpuk di aliran sungai Puncak harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, KLH akan memfokuskan program kerja pada pengendalian sampah dan aksi bersih-bersih sungai selama lima tahun ke depan. Kami ingin perubahan ini benar-benar nyata dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Camat Cisarua, Heri Risnandar, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dukungan sekaligus kesepakatan bersama dalam menjaga kelestarian alam Puncak.

“Kita semua sepakat bahwa Puncak harus dipulihkan dan dijaga. Forkopimcam bersama masyarakat, pengusaha, dan komunitas akan terus mendukung langkah-langkah konkret yang berpihak pada kelestarian alam. Ini bukan hanya kegiatan simbolis, tapi bagian dari komitmen bersama untuk mewariskan lingkungan yang lebih baik kepada generasi mendatang,” ucapnya.
Kapolsek Cisarua, AKP Budi Suratman, menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung dari sisi keamanan dan ketertiban.

“Forkopimcam siap mengawal kegiatan ini agar berjalan aman, tertib, dan terus berlanjut. Penghijauan adalah investasi bersama bagi lingkungan kita,” ucapnya.
Dukungan besar juga datang dari dunia usaha. Perwakilan PT Tiara Agro Jaya, drh. M. Dwi Satriyo, mengungkapkan bahwa pihaknya konsisten menanam pohon di kawasan Puncak.

“Sejak bulan Mei hingga saat ini saja, PT Tiara Agro Jaya sudah menanam kurang lebih 7.944 batang pohon di berbagai titik lahan kritis. Kami berharap KLH bisa hadir lebih dekat sebagai pembina, agar pengusaha dapat berkontribusi lebih luas tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Pemilik PT Banyu Agung Perkasa, Sandi Adam, turut menegaskan komitmennya dalam mendukung program penghijauan.

“Kami melihat penghijauan Puncak bukan hanya kewajiban, tetapi juga tanggung jawab moral. Penanaman pohon yang sudah kami lakukan sebelumnya adalah bentuk nyata dukungan kami agar kawasan Puncak tetap hijau dan lestari. Dengan adanya sinergi lintas pihak seperti ini, kami optimistis pemulihan lahan kritis bisa lebih cepat terwujud,” katanya.
Selain kedua perusahaan tersebut, sejumlah perusahaan lain juga tercatat telah melakukan penanaman sebelumnya dengan jumlah yang cukup besar, antara lain CV Mega Karya, Nuansa Senja, PT PHS, Gayatri, dan PTPN 1 Regional 2. Kehadiran berbagai pihak swasta ini menunjukkan semakin kuatnya komitmen bersama untuk mendukung gerakan pemulihan lahan Puncak.
Perwakilan Karukunan Wargi Puncak (KWP), Dede Rahmat, menegaskan pentingnya sinergitas lintas pihak sekaligus menyampaikan komitmen penuh terhadap kelestarian lingkungan.

“Kami berharap KLH hadir lebih dekat membimbing masyarakat dan pengusaha, sehingga setiap kegiatan di Puncak tetap berpihak pada lingkungan sekaligus memberi manfaat ekonomi yang berkelanjutan. KWP juga sangat siap menjadi mitra KLH dalam ikut mengawasi dan membenahi lingkungan, baik di kawasan hijau maupun di hulu sungai Puncak Bogor,” katanya.
Dari pihak komunitas, Tedja selaku perwakilan Rungkun Awi yang sekaligus tuan rumah kegiatan ini, memberikan sambutan dan menyinggung kondisi lingkungan Puncak yang kian memprihatinkan.

“Puncak hari ini menghadapi tantangan besar. Lahan kritis semakin meluas, sampah di aliran sungai makin banyak, dan sumber air kita mulai terancam. Maka dari itu, gerakan penghijauan dan aksi bersih-bersih ini bukan sekadar acara, tetapi bentuk kepedulian nyata untuk menyelamatkan lingkungan tempat kita hidup. Rungkun Awi akan selalu siap menjadi bagian dari gerakan ini,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pemerintah Desa Tugu Selatan dan Tugu Utara serta komunitas Patanjala yang sekaligus menjadi pengisi acara.
Selain itu, Rungkun Awi bertindak sebagai penyedia tempat sekaligus panitia utama penyelenggara kegiatan, yang memastikan acara berjalan lancar dan melibatkan partisipasi masyarakat luas.
Gerakan ini pun semakin meriah dengan hadirnya banyak elemen masyarakat dan komunitas lain, seperti Karukunan Wargi Puncak, Rungkun Awi, Pepeling, Agrowisata N1, BNI GoGreen, BUMD Kecamatan Cisarua, DPP Cinta Prabowo, Hutan Organik, Sapa Desa, Bogor Media Network, Desa Wisata Tugu Selatan, Desa Wisata Tugu Utara, serta berbagai kelompok masyarakat, pemuda, dan relawan lingkungan lainnya yang turut menyukseskan kegiatan penghijauan.
Harapan besar pun mengemuka dari berbagai pihak agar KLH tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga benar-benar menjadi pendamping bagi pengusaha, komunitas, dan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan ekonomi yang tetap mengedepankan kelestarian lingkungan.
Dengan arahan yang tepat, sinergitas ini diyakini akan melahirkan langkah nyata dalam menjaga Puncak tetap hijau, bersih, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Reporter/Red
