Sabtu, 14 Februari 2026

Suara Warga Puncak: Tahun Baru Tak Lagi Membawa Harapan, Kebijakan Dinilai Mencekik Masyarakat Kecil.

NEWSBERITA DAERAHSuara Warga Puncak: Tahun Baru Tak Lagi Membawa Harapan, Kebijakan Dinilai Mencekik Masyarakat Kecil.

PristiwaNews || “Aturan Berlaku, Suara Rakyat Terabaikan.”

Cisarua – Setiap pergantian tahun di kawasan Puncak, kegelisahan masyarakat semakin menguat dan tak lagi bisa disembunyikan. Selama lebih dari sepuluh tahun terakhir, warga merasakan bahwa momentum tahun baru yang dahulu menjadi harapan ekonomi kini justru berubah menjadi masa penuh kecemasan.

Tahun baru yang semestinya menghadirkan peluang, bagi sebagian besar masyarakat kecil di Puncak justru identik dengan pembatasan dan tekanan kebijakan.
Warga yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata, jasa, dan usaha kecil mengaku kehilangan ruang untuk bertahan.

Ramainya pengunjung yang dahulu menjadi tumpuan penghasilan kini tidak lagi sepenuhnya bisa mereka nikmati. Berbagai kebijakan pembatasan dinilai kerap diterapkan tanpa dialog yang memadai dengan masyarakat setempat, sehingga dampaknya langsung menghantam mereka yang berada di lapisan paling bawah.


Salah satu kebijakan yang paling dirasakan dampaknya adalah penutupan jalur Puncak pada malam pergantian tahun, yang diberlakukan sejak pukul 18.00 hingga 06.00. Bagi masyarakat lokal, kebijakan ini dinilai mematikan aktivitas ekonomi di jam-jam krusial. Padahal, malam tahun baru merupakan puncak perputaran ekonomi bagi pedagang, pelaku usaha kecil, hingga pekerja harian yang menggantungkan penghasilan dari kedatangan wisatawan.


Jam segitu justru waktu kami berharap rezeki paling besar. Tapi jalan ditutup, orang tidak bisa naik, usaha kami ikut mati,” keluh seorang pelaku usaha di kawasan Puncak.

Penutupan jalur tersebut tidak hanya berdampak pada penurunan pendapatan, tetapi juga menimbulkan efek berantai bagi banyak keluarga yang hidup dari sektor informal.


Masyarakat menilai, kebijakan penutupan jalur ini kembali mencerminkan minimnya keberpihakan terhadap warga lokal.

Mereka merasa kebijakan lebih menitikberatkan pada aspek pengaturan dan pengamanan, namun mengabaikan dampak sosial dan ekonomi yang harus ditanggung masyarakat kecil.

Di sisi lain, warga menilai ada pihak-pihak tertentu yang tetap dapat menjalankan aktivitasnya tanpa terdampak signifikan, Kondisi ini membuat pergantian tahun tak lagi dimaknai sebagai simbol awal yang menjanjikan.

Bagi warga Puncak, tahun baru kini menjadi pengingat akan ketimpangan kebijakan yang terus berulang dari tahun ke tahun. Momentum yang seharusnya membawa optimisme justru berubah menjadi catatan panjang kekecewaan.


Masyarakat berharap pemerintah dan pemangku kebijakan tidak hanya melihat persoalan dari sudut pandang pengaturan lalu lintas dan keamanan semata. Mereka menuntut adanya kebijakan yang lebih manusiawi, dialog terbuka, serta solusi yang adil agar kepentingan pengamanan tetap berjalan tanpa mengorbankan mata pencaharian masyarakat lokal. Bagi warga Puncak, mendengar suara mereka bukan lagi sekadar harapan, melainkan kebutuhan mendesak demi keberlangsungan hidup.

Repoter || Editor : Redaktur PristiwaNews

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.