Sabtu, 14 Februari 2026

Ustadz Kamaludin : Bahaya Syirik dalam Kehidupan Manusi

TIPS & TRIKSIRAMAN QOLBUUstadz Kamaludin : Bahaya Syirik dalam Kehidupan Manusi

PristiwaNews, Depok – Pada kesempatan yang mulia ini, Khatib Ustadz Kamaludin, ingin mengangkat Tema “Bahaya syirik dalam kehidupan Manusia”. Bertempat di Masjid Jami’ Asy-Syahid Kota Depok, Jum’at, 4 Juli 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Kamaludin menerangkan, makna syirik adalah menyekutukan ALLOH dalam Rububiyah, Uluhiyah, atau Asma dan Sifat-NYA. Syirik merupakan Dosa terbesar dalam Islam. ALLOH berfirman dalam Surat An-Nisa, Ayat 48 :

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ

“Sesungguhnya ALLOH tidak akan mengampuni Dosa syirik, dan DIA mengampuni Dosa selain itu bagi siapa yang DIA kehendaki…” (QS. An-Nisa: 48)

Lanjutnya, Adapun mengenai syirik terbagi dalam dua jenis yakni

  1. Syirik Akbar (besar) : Seperti menyembah selain ALLOH, meminta kepada Kuburan, Jin, atau Benda-benda tertentu. Ini menyebabkan Pelakunya keluar dari Islam.
  2. Syirik Asghar (kecil) : Seperti Riya’ (Pamer Amal), bersumpah selain dengan nama ALLOH, memakai Jimat dan mempercayainya membawa keberuntungan.

Khatib Ustadz Kamaludin menerangkan mengenai 2 (Dua) Point penting bahaya syirik bagi Jamaah, dan sekaligus mengajak untuk menghindari syirik dalam kehidupan sehari-hari.

Menghapus semua Amal

“Seandainya engkau berbuat syirik, niscaya akan terhapus Amalmu dan Engkau termasuk Orang-orang yang merugi.” (QS. Az-Zumar: 65)

Tidak akan diampuni jika tidak bertaubat

“Sesungguhnya Orang yang mempersekutukan ALLOH, maka sungguh ALLOH telah mengharamkan Surga baginya”, (QS. Al-Ma’idah: 72)

Oleh karena itu, mari Kita jauhi segala bentuk Syirik, baik besar maupun kecil. Jangan mendekati Dukun, jangan percaya Ramalan, jauhi Benda-benda yang diyakini memiliki kekuatan selain ALLOH.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم…

Segala puji bagi ALLOH, Dzat yang Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu. Shalawat dan Salam tercurah kepada Nabi Kita, Muhammad ﷺ.

“Marilah Kita memperbaharui keimanan Kita dengan memperbanyak Tauhid, yakni meng-Esakan ALLOH dalam Ibadah, Doa, niat, dan segala aspek kehidupan Kita”, Ungkapnya.

Jangan Kita jadikan Amal Ibadah Kita sia-sia karena di susupi Syirik kecil seperti Riya’, Sum’ah, dan Ujub. Ingatlah bahwa hanya ALLOH yang berhak di Ibadahi.

“Mari Kita tanamkan Kalimat لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ (Tiada ilah selain ALLOH) dalam hati dan perbuatan Kita”, Tutup Ustadz Kamaludin.

(Lando)

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.