Minggu, 15 Februari 2026

Warga Desa Pasir Gadung Sangat Miris  Kehidupannya

NEWSWarga Desa Pasir Gadung Sangat Miris  Kehidupannya

PristiwaNews, Kabupaten Tangerang – Berdasarkan pasal 34 ayat (1) undang undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945,  mengamanatkan kewajiban negara untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar.

Namun kenyataanya sangat berbeda seperti apa yang di rasakan oleh sepasang lansia Bapak Atun dan ibu yani, sepasang lansia warga desa pasir gadung kampung sabrang cibadak rt 04/04 kecamatan cikupa kabupaten tangerang tidak mampu membeli beras. pasalnya karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan.

Atun mengatakan saya hanya mengandalkan usaha dari jualan bensin eceran tidak ada yang lain, dulu saya  ngojek mas namun sekarang tidak  karna engga ada motor  saya di tipu orang,

” Motor saya di bawa kabur ini juga beli bensin saya pikul mas pakai jerigen ukuran 20 liter lumayan jaraknya jauh kurang lebih 600 meter dari rumah, itupun saya hanya mampu beli 10 liter jenis pertamak dan saya jual 16000 /liter tiga hari baru habis. bahkan pernah mas sampai 4 hari tidak habis.

yani istri dari bapak atun mengukapkan, saya hidup hanya berdua sama suami Yaitu bapak atun, serta saya di karuniai satu orang anak laki-laki sebut saja berinisial  j.

lebih lanjut ia mengucapkan, Anak saya sudah berkeluarga alhamdulillah sudah di kasih keturunan, sejak menikah anak saya tidak tinggal serumah lagi ikut sama istrinya.

” Biasanya anak saya suka ngasih kalau gajian lumayan buat tambahan dapur namun bulan – bulan ini sama dia juga lagi ada kesulitan ekonomi, kemarin juga ada istrinya kesini nangis – nangis saya sabar aja, ucapnya.”

dirinya pun menuturkan, alhamdulillah ada mas bantuan dari pemerintah, saat ini septi tank rumah saya mampet septi tank adadi belakang rumah sambil menunjuk ke arah lokasi.

” Sekarang saya masak juga pakai kayu bekas palet buah itupun saya minta ke tetangga, karna saya pikir dari pada buat beli gas lebih baik saya gunakan buat beli beras, tuturnya.”

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.