Minggu, 27 September 2026

14 Segmen Megathrust di Indonesia, Aceh-Andaman Punya Mmax 9,2

Bencana14 Segmen Megathrust di Indonesia, Aceh-Andaman Punya Mmax 9,2

PristiwaNews | Jakarta – Indonesia berada di kawasan tektonik aktif yang membuat sejumlah wilayahnya memiliki zona subduksi dengan potensi gempa bumi berkekuatan tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan mengenai keberadaan sejumlah zona megathrust yang tercantum dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024. Peta tersebut memuat hasil pemutakhiran data dan kajian mengenai sumber gempa di Indonesia serta kawasan sekitarnya.

Megathrust merupakan sumber gempa yang berada di zona subduksi, yakni kawasan tempat dua lempeng tektonik bertemu dan salah satunya menunjam ke bawah lempeng lainnya.

Dalam kondisi tertentu, bidang kontak antarlempeng dapat mengalami penguncian. Pergerakan lempeng yang terus berlangsung kemudian dapat menyebabkan energi terakumulasi. Jika energi tersebut dilepaskan, gempa bumi dengan kekuatan besar dapat terjadi.

14 Segmen Megathrust

Mengacu pada materi Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 yang disusun Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN), terdapat 14 segmen megathrust yang dipetakan sebagai sumber gempa di Indonesia dan kawasan sekitarnya.

Berikut daftar segmen beserta nilai maximum magnitude (Mmax) yang tercantum dalam pemodelan:

  1. Megathrust Aceh-Andaman – Mmax 9,2
  2. Megathrust Nias-Simeulue – Mmax 8,7
  3. Megathrust Batu – Mmax 7,8
  4. Megathrust Mentawai-Siberut – Mmax 8,9
  5. Megathrust Mentawai-Pagai – Mmax 8,9
  6. Megathrust Enggano – Mmax 8,9
  7. Megathrust Jawa – Mmax 9,1
  8. Megathrust Jawa bagian barat – Mmax 8,9
  9. Megathrust Jawa bagian timur – Mmax 8,9
  10. Megathrust Sumba – Mmax 8,9
  11. Megathrust Sulawesi Utara – Mmax 8,5
  12. Megathrust Palung Cotabato – Mmax 8,3
  13. Megathrust Filipina Selatan – Mmax 8,2
  14. Megathrust Filipina Tengah – Mmax 8,1.

Dari daftar tersebut, Megathrust Aceh-Andaman memiliki nilai Mmax 9,2 dalam pemodelan yang dirujuk, sedangkan Megathrust Jawa tercatat dengan Mmax 9,1.

Bukan Prediksi Gempa Akan Terjadi

BMKG menegaskan bahwa angka Mmax tidak dapat diartikan sebagai prediksi bahwa gempa dengan magnitudo tersebut pasti akan terjadi.

Nilai Mmax merupakan parameter dalam pemodelan sumber gempa berdasarkan karakteristik dan kajian kegempaan pada masing-masing segmen. Karena itu, keberadaan zona megathrust lebih tepat dipahami sebagai bagian dari potensi bahaya seismik yang perlu diperhitungkan dalam upaya mitigasi bencana.

BMKG juga sebelumnya menegaskan bahwa pembahasan mengenai potensi megathrust bukan berarti adanya peringatan bahwa gempa besar akan terjadi dalam waktu dekat. Potensi tersebut berkaitan dengan kondisi tektonik jangka panjang dan tidak memberikan kepastian mengenai waktu terjadinya gempa.

Dengan demikian, informasi mengenai 14 segmen gempa bumi megathrust di Indonesia dan kawasan sekitarnya menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko gempa sekaligus mendorong kesiapsiagaan menghadapi bencana.

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.