PristiwaNews| Kabupaten Tangerang,- Dalam sebuah organisasi, kemampuan berpikir dan kecakapan individu memang menjadi modal penting. Namun, menjadi pintar belum tentu berarti mampu membawa organisasi menuju kemajuan. Di sinilah perbedaan antara pintar dan cerdas menjadi penting untuk dipahami oleh setiap anggota organisasi.9 Agustus 2026.

Orang yang pintar terkadang lebih menonjolkan kemampuan dirinya, mengejar pengakuan, sulit menerima kritik, serta berusaha menunjukkan bahwa dirinya lebih unggul dari orang lain. Kepintaran yang tidak diimbangi dengan sikap rendah hati dan kemampuan bekerja sama justru dapat menjadi sumber persoalan dalam organisasi.
Sementara itu, orang yang cerdas mampu menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi. Ia memahami bahwa setiap anggota memiliki kemampuan, pengalaman, dan peran yang berbeda. Kritik tidak dianggap sebagai ancaman, melainkan sebagai bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik.

Kecerdasan dalam berorganisasi juga terlihat dari kemampuan membangun komunikasi, menjaga integritas, menghargai perbedaan, memberikan kontribusi nyata, serta membantu anggota lain berkembang.
Organisasi yang kuat bukan dibangun oleh satu orang yang merasa paling pintar, tetapi oleh banyak orang yang mampu menggunakan kecerdasannya untuk kepentingan bersama.

Karena itu, setiap anggota hendaknya tidak hanya berlomba untuk terlihat pintar, tetapi berusaha menjadi pribadi yang cerdas dalam bersikap, cerdas dalam berkomunikasi, cerdas dalam mengambil keputusan, dan cerdas dalam menjaga kebersamaan.
Pada akhirnya, kepintaran dapat membuat seseorang dihargai, tetapi kecerdasan dalam bekerja bersama akan membuat organisasi maju dan dihormati.
“Organisasi kuat karena kita bersatu, bermanfaat karena kita cerdas.”

— Apang Supriyadi
Sekretaris Pokdarkamtibmas Bhayangkara Resor Kota Tangerang.(*)
Apang Supriyadi
