Senin, 10 Agustus 2026

Proyek 2.4 Milyar Revitalisasi SMPN 1 Arjasari kabupaten Bandung , Diduga Sarat Penyimpangan‎

NEWSProyek 2.4 Milyar Revitalisasi SMPN 1 Arjasari kabupaten Bandung , Diduga Sarat Penyimpangan‎


‎PristiwaNews l Kab Bandung
Proyek Revitalisasi SMPN 1 Arjasari Kab.Bandung , Jawa Barat , mendapat bantuan Program Revitalisasi berupa 13 ruangan terdiri dari 7 ruangan kelas , Laboratorium IPA ,Laboratorium Bahasa, ruangan guru  penggantian rangka baja ringan  Atap , lantai keramik,tutur  Permana,Spd,M.M.pd.  kepala sekolah SMPN 1 Arjasari , kabupaten Bandung , Selasa (4/8/2026) .

Dia juga mengucapkan
‎” Terima kasih” pada pemerintah yang telah memberikan bantuan” revitalisasi sejumlah Rp.2.418.013.000,00 sumber dana APBN Tahun Anggaran 2026 ,dana tersebut dialokasikan untuk 13 ruangan terdiri 7 ruang kelas , LAB Bahasa , LAP IPA ,ruang perpuatakaan , ruang guru ,toilet. Lama pekerjaan 120 hari kalender , progres kini mencapai 54,61 % persen. pekerja dari warga sekitari , pajak  12,5 % diambil pada setiap pembelian material , dilaksanakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) . tegas Deni

Proyek Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang tengah sedang berlangsung di SMP Negeri 1 Arjasari , Kabupaten Bandung , Provinsi Jawa Barat , dengan jumlah 1150 siswa kini menjadi sorotan tajam , Pasalnya, proyek revitalisasi ini diharapkan menjadi penunjang sarana pendidikan yang menelan anggaran miliaran rupiah . diduga kuat dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan mengabaikan standar keselamatan kerja. Abaikan Keselamatan Kerja (K3) Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tampak sama sekali tidak diterapkan. Para pekerja dengan leluasa mengerjakan proyek dengan risiko tinggi tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar seperti helm proyek, rompi, maupun sepatu safety.



‎​Besarnya kucuran dana dari pemerintah pusat tersebut tampaknya tidak berbanding lurus dengan teknis pelaksanaan di lapangan. Berdasarkan hasil pantauan langsung  Selasa, (4/8/2026) di lokasi proyek, ditemukan sejumlah indikasi kejanggalan teknis yang memicuh dugaan kuat bahwa pengerjaan proyek tersebut lari dari RAB yang telah ditetapkan.

‎​Beberapa temuan krusial di lapangan antara lain: ​Ketidaksesuaian Spesifikasi besi , Salah satu temuan yang paling fatal adalah terkait penggunaan material besi untuk struktur bangunan.

‎​Pencampuran Material Manual tak Pakai Molen , pekerja terpantau mencampur semen (adukan material) hanya menggunakan tenaga manusia secara manual. Tidak terlihat adanya alat berat atau mesin pencampur semen (molen). Hal ini dikhawatirkan dapat memengaruhi mutu kualitas beton/bangunan yang dihasilkan.



‎​Berbagai temuan ini tentu memunculkan kekhawatiran terkait kualitas akhir dan aspek keamanan dari bangunan sekolah yang akan digunakan oleh para siswa nantinya. Pengawasan dari pihak terkait dinilai sangat lemah, mengingat pengerjaan proyek sudah berjalan namun indikasi penyimpangan terjadi secara kasat mata.

‎Masyarakat mendesak agar Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan untuk mengecek langsung kesesuaian fisik bangunan dengan RAB agar uang negara tidak menguap sia-sia.

‎Via reporter : Arman

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.