Jumat, 14 Agustus 2026

TP-PKK Samatiga Gelar Lomba Ranup Meuh Batee, Diikuti 32 Desa

NEWSTP-PKK Samatiga Gelar Lomba Ranup Meuh Batee, Diikuti 32 Desa

PristiwaNews| ACEH BARAT,— Sebanyak 32 desa di Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, ikut ambil bagian dalam lomba merangkai ranup meuh batee yang digelar TP-PKK Kecamatan Samatiga dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Perlombaan berlangsung pada Jumat pagi, 14 Agustus 2026, di Aula Kecamatan Samatiga. Kegiatan ini menjadi pelaksanaan perdana lomba merangkai ranup meuh batee yang diselenggarakan TP-PKK Kecamatan Samatiga sebagai bagian dari rangkaian perayaan 17 Agustus.

Ketua panitia, Roza Nofiana, mengatakan antusiasme dari desa-desa yang ikut serta menunjukkan bahwa kegiatan berbasis adat dan budaya masih mendapat perhatian dari masyarakat.

Tidak sekadar menjadi kompetisi, kegiatan tersebut juga dirancang sebagai ruang untuk menjaga pengetahuan dan keterampilan tradisional agar tetap dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ketua TP-PKK Kecamatan Samatiga sekaligus penanggung jawab kegiatan, Nova Mahdianti, AMK, mengatakan pelestarian budaya membutuhkan proses regenerasi. Karena itu, generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal dan terlibat langsung dalam kegiatan yang berkaitan dengan adat dan budaya Aceh.

“Tujuan kita bukan hanya memeriahkan 17 Agustus, tetapi bagaimana tradisi dan budaya Aceh tetap hidup. Kita ingin generasi muda mengenal, memahami, dan termotivasi untuk ikut melestarikannya,” kata Nova.

Ia menilai kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat tidak hanya dari sisi pelestarian budaya, tetapi juga dalam membangun kreativitas peserta dan mempererat hubungan antardesa. Interaksi dalam kegiatan perlombaan juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk saling bertukar pengalaman mengenai tradisi yang masih dipraktikkan.

Nova berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat Samatiga.

“Yang kita harapkan, tradisi ini tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Adat dan budaya yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat jangan sampai hilang karena tidak lagi dikenali oleh generasi muda,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan waktu dua jam untuk merangkai ranup meuh batee. Hasil karya peserta kemudian dinilai berdasarkan lima aspek, yaitu kerapian dan keindahan, teknik merangkai, kelengkapan bahan, kreativitas, dan kebersihan.

Melalui perlombaan ini, TP-PKK Kecamatan Samatiga ingin menjadikan momentum peringatan kemerdekaan sebagai ruang untuk menggabungkan6 semangat kebangsaan dengan pelestarian budaya lokal. Keterlibatan 32 desa diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas perhatian masyarakat terhadap keberlangsungan adat dan tradisi Aceh.(*)

(Muhibbul),

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.