Selasa, 1 September 2026

Badan Jalan Dipakai Berdagang, Sampah Menyengat, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

SOROTANBadan Jalan Dipakai Berdagang, Sampah Menyengat, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

TANGERANG — Kondisi kawasan Pasar Laris, RW 10, Taman Cibodas, Kelurahan Sangiang, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, kembali menuai keluhan warga. Sejumlah pedagang disebut berjualan hingga menggunakan sebagian badan jalan, sementara tumpukan sampah di sekitar lokasi menimbulkan bau menyengat.

Keberadaan aktivitas perdagangan yang mengambil ruang badan jalan dinilai membuat akses kendaraan semakin terbatas. Kondisi tersebut dikhawatirkan tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan ketika kendaraan harus berpapasan di ruas yang menyempit.

Keluhan warga semakin bertambah karena persoalan tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurut salah seorang warga, kawasan tersebut sebelumnya pernah mendapat penertiban dari pemerintah. Setelah penertiban dilakukan, akses jalan sempat kembali lebih luas dan aktivitas masyarakat berjalan lebih nyaman.

Namun, kondisi tersebut disebut tidak berlangsung lama. Seiring berjalannya waktu, aktivitas pedagang kembali bermunculan. Bahkan, menurut warga, para pedagang kini berjualan dari sisi berlawanan sehingga ruang yang dapat digunakan kendaraan semakin terbatas.

“Dulu kalau tidak salah sekitar tahun 2019 banyak juga pedagang di sekitar situ dan pernah dipindahkan. Tapi kenapa sekarang jadi ada lagi?” ujar warga.

Warga mempertanyakan efektivitas pengawasan setelah penertiban dilakukan. Mereka meminta pemerintah tidak hanya turun ketika persoalan sudah ramai dikeluhkan, tetapi melakukan pengawasan secara berkala agar aktivitas yang dinilai mengganggu fungsi badan jalan tidak kembali terjadi.

Sorotan warga juga mengarah pada dugaan adanya pihak tertentu yang memberikan izin atau memfasilitasi aktivitas perdagangan di lokasi tersebut. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan membutuhkan klarifikasi dari pihak berwenang.

“Saya menduga kemungkinan ada pemasukan kepada pihak tertentu atau pengelola. Tapi ini tentunya harus diperiksa dan diklarifikasi oleh pemerintah,” katanya.

Selain persoalan pedagang, kondisi kebersihan lingkungan di sekitar Pasar Laris juga menjadi perhatian. Sejumlah titik disebut kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah sembarangan. Tumpukan sampah yang tidak tertata disebut menimbulkan bau menyengat dan mengganggu kenyamanan warga maupun pedagang yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Salah seorang pedagang di kawasan Pasar Laris membenarkan bahwa persoalan sampah menjadi salah satu masalah yang dirasakan setiap hari. Ia berharap pemerintah turun langsung untuk melihat kondisi lapangan, bukan hanya menerima laporan dari pihak tertentu.

“Setiap hari bau sampah sangat menyengat. Jadi sepertinya perlu dibenahi keberadaan sampah yang semrawut,” ucapnya.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditangani secara menyeluruh. Penataan pedagang dan pengelolaan sampah dinilai tidak bisa dipisahkan karena keduanya berkaitan langsung dengan kenyamanan serta akses masyarakat.

Warga pun meminta pihak kelurahan, kecamatan dan instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap kondisi Pasar Laris. Mereka berharap ada solusi yang tidak hanya berupa penertiban sesaat, tetapi juga penataan berkelanjutan yang tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan keberlangsungan usaha para pedagang.

“Kami meminta pemerintah turun langsung dan mengevaluasi keberadaan para pedagang serta lokasi pembuangan sampah yang dinilai merugikan masyarakat. Jangan sampai masyarakat terus yang menjadi korban karena akses jalan semakin sempit dan lingkungan menjadi kotor,” pungkasnya.

Warga menegaskan, penataan bukan berarti harus mengabaikan keberadaan para pedagang. Pemerintah diharapkan mampu menghadirkan solusi yang tegas sekaligus manusiawi, dengan menyediakan penataan lokasi berdagang yang tidak mengganggu badan jalan serta memastikan persoalan sampah ditangani secara serius.

Masyarakat juga meminta pemerintah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan, konflik antara pengguna jalan dan pedagang, atau persoalan lingkungan yang lebih besar baru kemudian mengambil tindakan.

Kini, warga menunggu langkah konkret pemerintah untuk turun ke lapangan dan memastikan apakah aktivitas perdagangan serta pengelolaan sampah di kawasan Pasar Laris telah sesuai dengan aturan yang berlaku.

(Redaksi )

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.