Rabu, 2 September 2026

Bersama Menjaga Jakarta Tetap Harmoni

BREAKINGNEWSBersama Menjaga Jakarta Tetap Harmoni

PristiwaNews | BOGOR – Jakarta tak boleh dibiarkan menjadi muara konflik. Redanya sebuah gejolak bukan berarti potensi ancaman telah sepenuhnya usai. Justru ketika kerumunan massa telah terurai, kewaspadaan dan ruang dialog harus diperluas agar riak-riak kecil tidak membesar menjadi gelombang kerusuhan.

Redim Oto Fudin Yg Juga Aktifis 98, Skg Menjadi Wakil Ketua Umum DPP KNPI,,Wakil Ketua GP.Ansor DKI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk teguh menolak provokasi, kekerasan, dan penyebaran hoaks. Jangan biarkan perbedaan kepentingan dimanipulasi menjadi benturan bersentimen suku, agama, ras, maupun antargolongan.

Para tokoh masyarakat, pemuda, organisasi, beserta jajaran pemerintah dan aparat keamanan harus hadir sebagai penyejuk, bukan justru memicu ketegangan. Menyampaikan aspirasi adalah hak mutlak dalam demokrasi, namun kekerasan dan aksi balasan tak akan pernah melahirkan solusi.

Walaupun Ibu Kota Nusantara (IKN) telah disahkan, Jakarta tetaplah urat nadi perekonomian, bisnis, dan pusat aktivitas masyarakat luas. Oleh karena itu, menjaga Jakarta agar tetap aman dan kondusif bukanlah kepentingan segelintir pihak, melainkan tanggung jawab kita bersama.

Demokrasi tentunya masih menjadi pegangan kita dalam bernegara di Indonesia, siapa saja boleh menyampaikan pendapat dimuka umum, tapi tetap harus mengikuti aturan yang berlaku dan mengedepankan kepentingan umum. Berbagai unjuk rasa Agustus lalu menunjukan bahwa demokrasi di Indonesia masih berjalan, tapi tampak masih ada yang berupaya menggiring unjuk rasa tersebut menjadi aksi yang tidak berarah, bahkan anarkis, bahkan berdampak pada korban jiwa.

Dinamika situasi masih terus berkembang, kedamaian Jakarta di bulan September juga tidak menutup kemungkinan diuji kembali. Sejarah-sejarah pelanggaran HAM yang terkumulasi di September biasanya digaungkan menjadi September Hitam. Momentum itu juga rawan kembali digiring menjadi huru hara massa yang tidak terarah. Kondisi ini perlu disadari agar seluruh warga Jakarta, kalangan muda, masyarakat adat, komunitas kedaerahan, termasuk adik-adik mahasiswa agar tidak mudah dimanfaatkan oleh kepentingan manapun.

Jangan menunggu hingga api kerusuhan pecah untuk mulai merindukan ketenangan. Mari belajar dari sejarah: redam setiap percikan konflik sejak dini dan putus mata rantai provokasi. Jakarta harus terus dirawat sebagai rumah bersama, bukan direndahkan menjadi arena pertarungan antarkelompok…(*) red

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.