PristiwaNews| Tangerang,— Di tengah ribuan jamaah yang menghadiri Haul Syekh Abdul Qodir Al Jaelani di kawasan Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, terselip sebuah kisah sederhana tentang kepedulian dan kemanusiaan. 22 September 2026.

Kisah itu bermula ketika seorang santri asal Subang yang telah mengikuti rangkaian kegiatan haul hendak kembali ke Bogor. Santri tersebut diketahui bernama Romdon, yang selama ini mencari nafkah dengan berjualan kebab di wilayah Bogor.

Namun, perjalanan pulang Di Balik Ramainya Haul Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, Ada Kisah Ketulusan Seorang Bhabinkamtibmas sempat terkendala. Setelah mengikuti kegiatan haul, Romdon ternyata kehabisan ongkos untuk melanjutkan perjalanan menuju Bogor.

Melihat kondisi tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Sukamantri, Polsek Pasar Kemis, tidak tinggal diam. Personel Bhabinkamtibmas tersebut kemudian membantu mengantarkan sang santri menuju stasiun untuk melanjutkan perjalanan pulang.

Dalam perjalanan, keduanya sempat berbincang. Sang santri menceritakan bahwa dirinya merupakan warga asli Subang dan merupakan seorang santri pondok pesantren. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia memilih bekerja dan berjualan kebab di daerah Bogor.
Bukan hanya mengantarkan sampai ke stasiun, Bhabinkamtibmas tersebut juga memberikan sedikit rezeki sebagai bekal ongkos perjalanan menuju Bogor.

“Beliau mau pulang ke Bogor karena ada pekerjaan jualan kebab di daerah Bogor. Kebetulan beliau juga seorang santri,” demikian kisah yang disampaikan dalam perjalanan tersebut.
Di Balik Haul, Ada Nilai Kepedulian

Peristiwa sederhana itu menjadi salah satu cerita di balik kemeriahan Haul Syekh Abdul Qodir Al Jaelani. Jika haul menjadi momentum bagi umat untuk mengenang keteladanan ulama dan mempererat silaturahmi, kisah tersebut menunjukkan bahwa nilai kepedulian juga dapat hadir melalui tindakan sederhana.
Mengantar seseorang yang kesulitan pulang dan membantu memberikan ongkos mungkin terlihat kecil. Namun bagi seorang santri yang sedang berada dalam perjalanan jauh, bantuan tersebut memiliki arti besar.

Kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kepedulian dan kemanusiaan.

Sebuah perjalanan pulang seorang santri akhirnya menjadi cerita kecil yang mengingatkan bahwa di tengah ramainya sebuah acara besar, masih ada ruang untuk saling membantu dan berbagi.
WEMPY.A
