Kamis, 3 September 2026

INSPIRATIF : Dari Paramedis Ternak, Kini Sukses Bangun ERIFFARM Hingga Miliki 60 Ekor Sapi

INFO WISASTA INDONESIAINSPIRATIF : Dari Paramedis Ternak, Kini Sukses Bangun ERIFFARM Hingga Miliki 60 Ekor Sapi

PristiwaNews || Ketika Keahlian Bertemu Ketekunan, Lahir Sebuah Peternakan Sukses.

Cisarua Bogor Kesuksesan sebuah usaha sering kali lahir dari langkah kecil yang ditekuni dengan penuh kesabaran. Kisah itulah yang tergambar dari perjalanan hidup H. Erif Kemal Syarif, pendiri ERIFFARM, yang berhasil membangun peternakan sapi perah dari hanya empat ekor sapi hingga berkembang menjadi 60 ekor.

Dalam wawancara bersama PristiwaNews, Erif membagikan perjalanan hidupnya sejak awal menekuni dunia peternakan. Jauh sebelum dikenal sebagai peternak sukses, ia lebih dulu mengabdikan diri sebagai paramedis kesehatan ternak dan petugas inseminasi buatan sejak tahun 1984.

Profesi tersebut memberinya pengalaman berharga dalam menangani kesehatan, reproduksi, hingga perawatan sapi. Bekal pengetahuan itulah yang kemudian menjadi pondasi kuat ketika memutuskan membangun usaha peternakan sendiri.

Berawal dari Empat Ekor Sapi

Pada tahun 1986, Erif memberanikan diri memulai usaha sapi perah melalui program kredit pemerintah yang saat itu disalurkan oleh Bank Bukopin. Dengan modal tersebut, ia membeli empat ekor sapi dan mulai merawatnya secara mandiri.

Menurut Erif, keberhasilan bukan ditentukan oleh banyaknya modal, melainkan bagaimana ternak dipelihara dengan baik.

“Saya ambil empat ekor, saya rawat dengan baik, saya kasih makan dengan baik, ternyata hasilnya memuaskan,” tuturnya.

Perawatan yang konsisten menghasilkan produktivitas susu yang tinggi. Pada laktasi pertama, sapi-sapi miliknya mampu menghasilkan sekitar 22 hingga 28 liter susu per hari, capaian yang semakin memantapkan keyakinannya untuk menekuni usaha tersebut.

Tumbuh Perlahan, Bukan Seketika

Perjalanan ERIFFARM tidak berlangsung instan. Sembari tetap bekerja di salah satu koperasi peternakan sapi perah di Bogor, Erif menyisihkan penghasilannya untuk membeli anak sapi sedikit demi sedikit.

Saat itu harga pedet masih berkisar Rp45 ribu hingga Rp65 ribu per ekor. Hampir setiap bulan, ia membeli satu atau dua ekor yang memiliki kualitas baik untuk dibesarkan.

Strategi sederhana itu membuat populasi ternaknya terus bertambah, dari 4 ekor, meningkat menjadi 40 ekor, hingga akhirnya mencapai 60 ekor sapi sekitar tahun 1992.

Ilmu, Disiplin, dan Ketekunan

Bagi H. Erif Kemal Syarif, rahasia keberhasilan bukanlah keberuntungan. Ia percaya bahwa ilmu yang diperoleh selama menjadi paramedis, dipadukan dengan disiplin dalam merawat ternak dan konsistensi menabung untuk menambah populasi sapi, menjadi kunci utama berkembangnya ERIFFARM.

Kini, kisah perjuangan tersebut menjadi inspirasi bahwa membangun usaha tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Dengan pengetahuan, kerja keras, dan ketekunan, empat ekor sapi mampu menjadi awal lahirnya sebuah peternakan yang terus berkembang dan memberi manfaat bagi dunia peternakan sapi perah di Bogor.

Reporter: Joe Salim || Redaktur PristiwaNews

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.