

Pristiwa-news | Jakarta– Banyak cara untuk para oknum di jajaran Polda Metro Jaya untuk berbuat curang serta nakal. dari penelusuran Pristiwa.com di gedung samsat Polda Metro Jaya, apapun berkas yang kurang dapat dibantu oknum dalam melalui calo yang memang sudah sering bermain di gedung biru.
Bahkan pemandangan beberapa calo atau sebutan lainnya biro jasa sangat banyak di gedung biru ataupun gedung samsat polda metro jaya.
Menurut ilham salah satu warga yang menggunakan jasa calo, dirinya dikenakan harga 800 ribu rupiah jika ingin membayar pajak jika tidak dilampiri KTP pemilik sebelumnya. ‘Saya sangat terbantu pak dengan adanya biro jasa ini, karena walaupun saya membeli mobil bekas KTP nya tidak menempel, saya dapat nembak kekurangan berkas itu,” ucap Ilham Jaya kusuma kepada wartawan senin siang (28/11) di lapangan DitLantas Polda metro jaya.
Untuk memasuki gedung satu atapun, para calo leluasa bergerak menawarkan jasa mereka untuk mengurus perpanjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK) mobil miliknya. Masalah kekurangan data pelengkap dapat dimanipulasi oleh oknum oramg dalan yang bekerja sama dengan biro jasa tersebut.
” Data berkas saya kurang KTP pemilik kendaraan sebelumnya, dengan jasa nembak KTP, seharga Rp800 ribu ditambah jasa penghubung 500 ribu, saya dapat mengurus pajak mobil saya,” ujar Ilham yang berprofesi sebagai pedagang.
Ditambahkan Ilham, selama proses yang cukup panjang, Ilham hanya bayar dan tinggal menunggu kontak dari si Calo tetsebut jika berkasnya sudah selesai.
Namun bagaikan semut di padang gula, para calo pun saat ini sering tetlihat bekerja sama dengan oknum. Pasalnya jika tidak dibantu oknum tidak mungkin calo tetsebut dapat berluasa masuk ke dalam gedung satu atap Polda Metro Jaya.
Lain cetita dengan Samsul 57, warga setia budi Jakrta selatan. Samsul lebih percaya kepada jasa oknum dibandingkan jasa calo. Samsul lebih memilih jalur khusus dari pada mengantri. Saat ditemui awak media, Samsul hendak mengambil berkas pergantian pelat nomor yang sudah diurus sebelumnya oleh oknum. Setelah menerima berkas dan pelat nomor, Samsul menyisipkan uang sejumlah Rp 200 ribu.
“Saya terbantu pak, jika tidak ada kenalan orang dalam saya bisa letih pak, gak ada paotkan harga kok untuk jasa ngebantu saya, semua berdasarkan kesepakatan aja pak,” tegasnya kepada awak media.
Dilematika oknum dan jasa Calo di dunia pengurusan berkas kendaraan memang banyak sisi negatifnya namun disisi positif para pengguna jasa tersebut sangat terbantu walaupun banyak data yang disulap atau dimanipulasi oknum.(*)
