Minggu, 14 April 2024

Mentri Luar Negri Suarakan Dengan Vaksin Hambat Laju Penyebaran Covid-19 di Indonesia

NEWSPEMERINTAHMentri Luar Negri Suarakan Dengan Vaksin Hambat Laju Penyebaran Covid-19 di Indonesia

Pristiwa.com | JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) secara konsisten mendorong diplomasi terkait kesetaraan vaksin di dunia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan vaksin di tengah lonjakan kasus Covid-19 secara global.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, Kemenlu akan terus bekerja dengan berdiplomasi untuk memastikan keamanan pasokan vaksin bagi Indonesia dari semua jalur dengan segala mekanisme yang tersedia. “ungkapnya.

Diplomasi Indonesia juga akan terus bekerja untuk menyuarakan agar kesetaraan vaksin bagi semua negara dapat terwujud,” kata Retno dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (20/8/2021).

Kedatangan tambahan 450.000 dosis vaksin AstraZeneca pada Kamis (19/8/2021) malam, lanjutnya, merupakan salah satu hasil dari kerja keras dan ikhtiar diplomasi pemerintah Indonesia. Tambahan vaksin tersebut merupakan bagian dari kerja sama Indonesia dan Belanda untuk menghadirkan 3 juta dosis vaksin ke Tanah Air.

Untuk diketahui, pemerintah juga telah melakukan pembelian 1.560.780 dosis vaksin Pfizer yang tiba Kamis (19/8/2021).

Kemudian, 567.500 dosis vaksin AstraZeneca dan 5 juta vaksin Sinovac yang akan diterima pada Jumat (20/8/2021).

Retno kembali menegaskan, pemerintah akan terus meningkatkan ikhtiar guna menjamin pasokan vaksin untuk kebutuhan rakyat Indonesia. “Sekali lagi,

Mari dukung program vaksinasi Covid-19 agar kita dapat keluar dari pandemi. Terima kasih, terus jaga kesehatan, dan patuhi protokol kesehatan (prokes),” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Belanda melalui Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns. Menurutnya, kontribusi pemerintah Belanda akan sangat bermanfaat bagi akselerasi program vaksinasi di Indonesia.

“Hal itu sekaligus memberi contoh bahwa untuk bisa menyelesaikan pandemi, semua bangsa harus memperoleh akses vaksinasi,” ujar Menkes Budi. Sementara itu,

Lambert Grijns mengatakan bahwa melalui donasi vaksin, pihaknya ingin menunjukkan solidaritas kepada pemerintah Indonesia. Hal ini juga menjadi menjadi momentum untuk mewujudkan hubungan yang harmonis dalam kemitraan strategis. “Seperti Indonesia, Belanda juga mendorong akses vaksin untuk semua orang di dunia,” ujarnya.

Lonjakan kasus Retno menjelaskan, urgensi kesetaraan vaksin kian mendesak lantaran tren kasus Covid-19 kembali menanjak di berbagai belahan dunia.Pada Rabu (4/8/2021),

Total kasus Covid-19 secara global telah menembus angka 200 juta. Salah satu penyebabnya adalah tingkat penularan Covid-19 yang semakin cepat. Sebagai informasi, jumlah 100 juta kasus pertama pada periode sebelumnya memerlukan waktu lebih dari 1 tahun. Sementara, penambahan 100 juta kasus Covid-19 berikutnya hanya memerlukan waktu sekitar 6 bulan. Ini berarti, penyebaran Covid-19 saat ini dua kali lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

“Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperkirakan, dengan tren sekarang, jumlah kasus dapat mencapai 300 juta pada awal 2022 atau bahkan bisa lebih cepat lagi,” ujar Menlu.

Apalagi, beberapa kawasan mengalami kenaikan kasus mingguan Covid-19 secara signifikan pada periode 12-19 Agustus 2021. Oceania tercatat mengalami kenaikan kasus positif terbesar sebanyak 24 persen. Lalu, Amerika Utara 12 persen dan Eropa 3 persen. Sementara itu,

kawasan Asia Tenggara mengalami penurunan sebesar 0,4 persen. Namun, terdapat pula beberapa negara Asia Tenggara yang masih mengalami kenaikan kasus mingguan secara signifikan, yakni Brunei Darussalam mengalami kenaikan 304 persen, Filipina 41 persen, Vietnam 12 persen, dan Thailand 6 persen. “Alhamdulillah, pada periode tersebut Indonesia dapat kembali menekan penyebaran kasus, yaitu sebesar -22 persen,” katanya.

Strategi mengurangi penyebaran virus Menurut Menlu, setidaknya terdapat beberapa langkah utama yang diambil oleh negara-negara dunia untuk mengurangi penyebaran virus, yaitu membatasi mobilitas orang, menerapkan prokes, dan mempercepat vaksinasi.

Selain untuk mengurangi kemungkinan penularan, vaksinasi dapat mengurangi kemungkinan pasien dirawat di rumah sakit (hospitalisasi) dan tingkat kematian. Saat ini, data dari berbagai negara menunjukkan bahwa mayoritas pasien yang terinfeksi dan menjalani rawat inap ternyata belum divaksin.

Analisis Public Health England (PHE) juga menunjukkan bahwa vaksinasi dua dosis efektif mencegah hospitalisasi dan kematian karena varian Delta. Sementara itu, data dari Centers for Disease Control (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa hospitalisasi dan kematian di AS menurun sejak vaksinasi dimulai

Pada awal 2021. Data National Health Institute juga menunjukkan bahwa 99 persen kematian di Italia terjadi pada penderita Covid-19 yang belum divaksin.

Menlu Retno mengatakan, meski kasus Covid-19 di Indonesia telah menurun, semua pihak harus tetap waspada dan tidak boleh lengah. Pasalnya, beberapa contoh negara yang sudah mengalami zero Covid-19 berbulan-bulan sekalipun tetap dapat mengalami kenaikan kasus.

“Mari kita terus berikhtiar. Mari kita bersama-sama terus mendukung program vaksinasi dan mempercepat laju vaksinasi,” kata Menlu.

Editor/DR

ADVERTISEMENT


Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.