PristiwaNews // MEDAN – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Dr. Parlindungan, S.H., M.H., menerima audiensi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang dipimpin Ketua Tim Brigjen TNI Efran Gunawan, S.Sos., M.I.P., selaku Kapus Analisis Intelhan BIK Kemhan, di ruang kerja Kakanwil, Rabu (19/8). Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung ketahanan dan keamanan nasional, khususnya melalui penguatan pengawasan lalu lintas orang lintas negara.
Dalam audiensi tersebut, dibahas pentingnya pertukaran dan pemanfaatan informasi keimigrasian sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi ancaman keamanan nasional. Data perlintasan, keberadaan, serta aktivitas orang asing dapat menjadi informasi strategis yang diolah sesuai tugas dan fungsi masing-masing instansi untuk mengantisipasi kejahatan transnasional, infiltrasi, hingga potensi gangguan terhadap stabilitas nasional.

Kakanwil Imigrasi Sumut menegaskan bahwa penguatan ketahanan nasional membutuhkan kolaborasi yang terintegrasi, mulai dari tingkat operasional melalui TIMPORA, tingkat masyarakat melalui Desa Binaan Imigrasi dan Pimpasa, hingga koordinasi strategis dengan instansi intelijen dan pertahanan. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun sistem pengawasan berlapis, khususnya di wilayah strategis Sumatera Utara yang memiliki jalur perlintasan internasional dan berbatasan dengan kawasan Selat Malaka.
Melalui audiensi ini, Kanwil Ditjen Imigrasi Sumatera Utara dan Kemhan RI mendorong penguatan interoperabilitas intelijen serta sistem early warning yang tetap mengedepankan keamanan informasi dan perlindungan data. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat deteksi dan respons terhadap potensi ancaman, tetapi juga memperkokoh jaring pertahanan negara serta menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional secara komprehensif.(Loan)
