Selasa, 16 April 2024

Saling Menghormati dan Menghargai Menghadirkan Kedamaian

TIPS & TRIKSIRAMAN QOLBUSaling Menghormati dan Menghargai Menghadirkan Kedamaian

PristiwaNews | TOLERANSI Saling Menghormati dan Menghargai Menghadirkan Kedamaian perbedaan, terhadap orang lain baik antarindividu maupun kelompok, dan keberagaman serta perlu menerapkan sikap saling menghormati.

Bila kita mengucapkan kalimat ”SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH HAJI” kepada seseorang, berarti kita mendo’akan selamat dan mengakui bahwa orang itu menjalankan ibadah haji.

Bila kita mengucapkan kalimat “SELAMAT ATAS PERNIKAHAN” kepada seseorang, berarti kita mendo’akan selamat dan mengakui bahwa mempelai telah menikah.

Bila kita mengucapkan kalimat ”SELAMAT ATAS PELANTIKAN JABATAN” berarti kita mendo’akan selamat dan mengakui dirinya sebagai pejabat baru.

Bila kita mengucapkan kalimat ”SELAMAT ATAS KEMENANGAN PERTANDINGAN” berarti kita mendo’akan selamat dan mengakui bahwa dia sebagai pemenang pertandingan,

Lalu bagaimana bila kita mengucapkan “SELAMAT UNTUK HARI RAYA AGAMA LAIN ?”,

Maka demikian pula berarti kita telah MENDO’AKAN selamat dan ikut MENGAKUI bahwa ada tuhan selain Allah ﷻ serta kita RIDHO dengan syiar kekufuran mereka. (Na’udzubillah)

Ternyata kata SELAMAT bermakna DO’A, PENGAKUAN & DUKUNGAN. Seperti hal nya kita mengucapkan Salam “Assalaamu’alaikum warahmatullaahi” berarti kita telah mendo’akan keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.

Oleh sebab itu pula mengapa Rasulullah ﷺ memerintahkan kita agar mengucapkan salam bila bertemu sesama seorang muslim, Namun beliau ﷺ melarang kita mengucapkan salam bila bertemu dengan orang Non Muslim, tentu bukan tanpa alasan dan hikmah.

Dan kita sebagai seorang muslim wajib mengikuti dan mengamalkan apa yang beliau Rasulullah ﷺ ajarkan, kita tdk boleh membuat aturan sendiri dalam agama atau meremehkan itu hanya sekedar sebuah ucapan, Karena seorang muslim itu dinilai dari sebuah ucapannya.

Coba Perhatikan

Bukankah SYAHADAT juga hanya UCAPAN ?
tapi mengapa setelah berucap SYAHADAT…seseorang menjadi muslim ?

Bukankah BISMILLAH juga hanya UCAPAN ?
tapi mengapa hewan yang disembelih tanpa mengucap BISMILLAAH, dagingnya haram dimakan ?

Bukankah GHIBAH & NAMIMAH juga hanya UCAPAN ? Tapi mengapa setelah dilakukan dapat menyebabkan pelakunya mengalami kebangkrutan amal shalih di akhirat ?

Bukankah AQAD NIKAH juga hanya UCAPAN ?
tapi mengapa setelah diucapkan, suami halal menggauli istrinya ?

Bukankah kata CERAI juga hanya UCAPAN ?
tapi mengapa bila suami mengucapkan kata ini terhadap istrinya baik secara bercanda maupun tidak, maka akan jatuh hukum CERAI bagi istrinya ?

Dengan demikian apakah kita masih menganggap remeh sebuah ucapan ???
.Tentu bila kita sebagai seorang muslim yg beriman kita akan berhati-hati dalam setiap ucapannya. Dan kita harus memperhatikan dampak setelahnya, jangan sampai gara2 kita sembarang berucap hingga akhirnya kita menyesal, terlebih jika penyesalan itu kelak kita alami setelah tersungkur di neraka.

Sebagaimana pula hal ini dalam masalah memberi ucapan selamat, Maka hendaknya kita bener2 memperhatikan, jgn sampai kita latah ikut2 memberikan selamat atau dukungan sekali pun itu hanya untuk formalitas, terlebih jika itu berhubungan dengan keimanan/agama lain, maka wajib kita sebagai seorang muslim tetap mengimani dan mengikuti aturan yg ada dalam agama kita,

Oleh karena itu hendaknya kita berhati-hati dalam menempatkan ucapan selamat, kita harus dapat memperhatikan apakah ucapan itu tepat kepada orang yg memang pantas kita berikan selamat atau justru terlarang, sebab kita tidak boleh sembarangan memberikan ucapan selamat kepada orang2 yg Allah ﷻ tidak ridhoi, seperti contohnya kepada pelaku kesyirikan, bid’ah, kemaksiatan, kedzaliman dan kekufuran.

Orang2 seperti di atas tersebut tidak pantas kita berikan ucapan selamat, justru sebaliknya mereka harus kita ingatkan. Baik itu dengan tenaga, nasehat dan minimal dengan hati yaitu membenci kekufuran mereka, bkn justru mengucapkan selamat apalagi sampai ikut merayakan.

Untuk itu mari kita sebagai muslim kita pegang teguh aqidah kita, dan mari kita menjaga kerukunan dan toleransi beragama yg di ajarkan oleh islam, dengan mempersilahkan dan membiarkan agama lain merayakan hari rayanya sesuai dgn keyakinan mereka, namun kita sebagia muslim tanpa campur tangan, tanpa mengganggu dan tanpa mengucapkan selamat,

Berbuat baik kpd siapa pun dalam perkara dunia adalah merupakan perintah agama kita islam, namun mengenai aqidah kita harus tetap bersikap tegas ”LAKUM DINUKUM WALIYADIN” Bagimu agamamu, dan bagikulah agama ku..

ADVERTISEMENT


Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.