Selasa, 29 September 2026

Sejumlah Bambu Mati, Pengawasan Pemeliharaan Taman Bambu Cisoka Dipertanyakan

NEWSSejumlah Bambu Mati, Pengawasan Pemeliharaan Taman Bambu Cisoka Dipertanyakan

‎PristiwaNews | TANGERANG — Sejumlah tanaman bambu di kawasan Taman Bambu Cisoka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, terlihat mati, mengering, dan tidak tumbuh secara optimal. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan pemeliharaan serta pengawasan terhadap kawasan taman tersebut.
‎
‎Firman, warga Desa Bojongloa, mempertanyakan apakah pemeliharaan Taman Bambu Cisoka selama ini dilakukan secara rutin dan disertai pengawasan yang memadai.
‎
‎“Kalau di lapangan masih terlihat ada bambu yang mati dan mengering, tentu muncul pertanyaan. Pemeliharaannya seperti apa dan siapa yang melakukan pengawasan?” ujar Firman.

‎Menurutnya, tanaman yang mati semestinya menjadi bagian dari objek pemeriksaan dalam kegiatan pemeliharaan. Terlebih, bambu merupakan salah satu unsur utama yang menjadi identitas kawasan Taman Bambu Cisoka.
‎
‎“Yang perlu dijelaskan bukan hanya siapa yang merawat, tetapi siapa yang mengawasi hasil perawatannya. Kalau ada tanaman mati, apakah pernah dicatat, diperiksa penyebabnya, dan ditindaklanjuti?” katanya.
‎
‎Pertanyaan tersebut, lanjut Firman, juga berkaitan dengan mekanisme pengendalian kegiatan pemeliharaan. Apabila terdapat petugas atau pihak yang ditugaskan melakukan perawatan, perlu dijelaskan bagaimana pengawasannya, seberapa rutin pemeriksaan dilakukan, serta apakah terdapat laporan hasil pemeliharaan.
‎
‎Ia meminta pihak terkait tidak hanya melihat taman dari kondisi fisiknya, tetapi juga memastikan kegiatan pemeliharaan benar-benar dilaksanakan dan dapat dibuktikan melalui kondisi tanaman di lapangan.
‎
‎“Jangan sampai pemeliharaan hanya tercatat sebagai kegiatan, tetapi kondisi tanamannya tidak diperiksa secara nyata. Kami ingin tahu bagaimana pengawasan terhadap taman ini dilakukan,” ujarnya.
‎
‎Kondisi sejumlah bambu yang mati dan tidak berkembang tersebut kini menjadi perhatian warga. Meski demikian, jumlah tanaman yang mati maupun penyebab pastinya belum terukur sehingga diperlukan pemeriksaan langsung untuk memastikan kondisi serta faktor yang memengaruhinya.
‎
‎Sejumlah pertanyaan pun perlu dijawab pihak terkait, mulai dari siapa penanggung jawab pemeliharaan, bagaimana mekanisme pengawasannya, kapan pemeriksaan terakhir dilakukan, hingga apa tindak lanjut terhadap tanaman yang mati atau tidak berkembang.
‎
‎Redaksi membuka ruang bagi pemerintah daerah maupun pihak pengelola untuk memberikan penjelasan terkait sistem pemeliharaan dan pengawasan Taman Bambu Cisoka.

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.