PristiwaNews || HUT RI 81
Cisarua, Puncak. Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di Kampung Joglo, RT 04/RW 05, Desa Cibereum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Pemuda bersama tokoh masyarakat dan warga setempat menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan momentum 17 Agustus. Tidak hanya menjadi ajang perlombaan dan hiburan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kembali kecintaan terhadap adat dan budaya Jawa Barat.
Antusiasme warga dari berbagai lingkungan RT dan RW menunjukkan bahwa kegiatan yang mengangkat unsur kebersamaan, kreativitas, serta budaya lokal masih mendapat perhatian besar dari masyarakat.
Ketua RT sekaligus tokoh masyarakat, Bapak Cep Hodin, bersama panitia dan pemuda setempat turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan kemasyarakatan seperti ini bukan sekadar merayakan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan antarwarga.
Sementara itu, Ismail, Ketua Pemuda setempat, mengatakan bahwa pelestarian budaya membutuhkan proses regenerasi. Generasi muda, menurutnya, harus diberikan ruang untuk mengenal dan terlibat secara langsung dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adat dan budaya daerah.
“Tujuan kita bukan hanya memeriahkan 17 Agustus, tetapi bagaimana tradisi dan budaya Jawa Barat tetap hidup. Kita ingin generasi muda mengenal, memahami, dan termotivasi untuk ikut melestarikannya,” ujar Ismail.
Ia menambahkan, keterlibatan pemuda dalam kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas sekaligus memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
Interaksi antarwarga selama kegiatan berlangsung menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, mempererat hubungan antartetangga, serta menjaga tradisi gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di pedesaan.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah perlombaan pembuatan gapura. Setiap lingkungan diberikan kesempatan untuk menuangkan kreativitas melalui karya masing-masing.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, di antaranya kerapian dan keindahan, teknik merangkai, kelengkapan bahan, kreativitas, serta kebersihan.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kreativitas masyarakat. Gapura tidak hanya menjadi simbol penyambutan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi hasil karya bersama yang mencerminkan semangat gotong royong warga.
Ismail berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak berhenti hanya pada momentum perayaan kemerdekaan.
“Yang kita harapkan, tradisi ini tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Adat dan budaya yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat jangan sampai hilang karena tidak lagi dikenali oleh generasi muda,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Desa Cibereum ingin menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk menyatukan semangat kebangsaan, gotong royong, kreativitas, dan pelestarian budaya lokal.
Keterlibatan pemuda, tokoh masyarakat, serta seluruh RT dan RW diharapkan menjadi langkah awal untuk terus menjaga kebersamaan sekaligus memperkuat perhatian terhadap keberlangsungan adat dan tradisi Jawa Barat di tengah perkembangan zaman.
Reporter || Redaktur PristiwaNews
