PristiwaNews | Sungai Aua, Pasaman Barat — Telah dilaksanakan serah terima pucuk adat Nagari Sungai Aua, Kecamatan Sungai Aur, dari H. Syafni Stn. Iskandar kepada H. Nofrizal MP, S.Pd., yang juga bergelar Tuanku Sambah. Prosesi tersebut menjadi bagian penting dalam keberlanjutan kepemimpinan adat sekaligus momentum untuk memperkuat peran ninik mamak dalam kehidupan masyarakat Nagari Sungai Aua.
Serah terima pucuk adat ini tidak hanya dimaknai sebagai pergantian amanah kepemimpinan, tetapi juga sebagai bentuk kesinambungan nilai-nilai adat, budaya, serta kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
H. Syafni Stn. Iskandar menyampaikan harapannya agar kepemimpinan pucuk adat yang baru dapat membawa semangat dan energi positif bagi perkembangan adat di Nagari Sungai Aua.

Saya berharap amanah ini dapat dilanjutkan dengan baik. Pucuk adat bukan hanya sebuah gelar, tetapi merupakan tanggung jawab untuk menjaga marwah adat, membina masyarakat, serta memperkuat hubungan antara ninik mamak, tokoh masyarakat, generasi muda dan seluruh unsur yang ada di nagari. Semoga ke depan adat di Sungai Aua semakin maju dan tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkap H. Syafni Stn. Iskandar.
Sementara itu, H. Nofrizal MP, S.Pd., Tuanku Sambah, menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya dalam menerima amanah tersebut. Ia menegaskan bahwa kemajuan adat membutuhkan kebersamaan dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Amanah ini tentu bukan sesuatu yang ringan. Saya menerima pucuk adat ini dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab. Ke depan, saya berharap kita bersama-sama dapat menjaga adat dan budaya Nagari Sungai Aua, memperkuat silaturahmi, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai adatnya sendiri,” ujar H. Nofrizal.
Menurutnya, adat harus mampu berjalan seiring dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Nilai-nilai adat dan budaya diharapkan tetap menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, berkarakter dan saling menghargai.
“Harapan kita, adat tidak hanya menjadi simbol atau tradisi yang dilaksanakan pada kegiatan-kegiatan tertentu, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan, komunikasi dan musyawarah, kita ingin adat Nagari Sungai Aua semakin kuat, maju dan mampu menjawab tantangan zaman,” tambahnya.
Serah terima pucuk adat tersebut diharapkan menjadi awal yang baik dalam memperkuat kelembagaan adat Nagari Sungai Aua. Kepemimpinan adat yang baru juga diharapkan mampu menjadi jembatan dalam menjaga persatuan masyarakat, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta meneruskan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang.
Dengan semangat “adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah”, masyarakat Nagari Sungai Aua diharapkan terus menjaga identitas dan marwah adat, sekaligus membuka ruang bagi pembaruan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Serah terima ini menjadi simbol keberlanjutan amanah adat dari generasi ke generasi, dengan harapan Nagari Sungai Aua semakin maju, masyarakat semakin kompak, dan nilai-nilai adat tetap kokoh sebagai bagian dari jati diri nagari.
