PristiwaNews| TANGERANG RAYA, — Suasana religius dan semangat kebangsaan mewarnai kegiatan Pengajian Akbar Kemerdekaan Jamaah Haji Banten se-Tangerang Raya yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus mempererat persaudaraan para jamaah haji dari wilayah Tangerang Raya. yang digelar di Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Masjid Raya Al- Azhom Kota Tangerang tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamen), Dr.H.Dahnil Anzar Simanjuntak ,S.E., M.E.sebagaimana terlihat dalam rangkaian kegiatan dan dokumentasi acara. Kehadiran Wamen mendapat sambutan hangat dari para jamaah dan panitia pengajian.
Selain Wamen, turut hadir Dede Kamaludin dan Agung Yunianto yang ikut meramaikan kegiatan di posko Pengajian Akbar Kemerdekaan Jamaah Haji Banten se-Tangerang Raya. Kehadiran sejumlah tokoh dan perwakilan jamaah tersebut menambah semarak acara yang menggabungkan nilai keagamaan dengan semangat nasionalisme.

Pengajian akbar ini tidak hanya menjadi sarana memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan di antara para jamaah haji. Semangat kemerdekaan diharapkan dapat dimaknai sebagai dorongan untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam suasana penuh keakraban, para peserta juga memanfaatkan momentum tersebut untuk bersilaturahmi dan berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan serta pembinaan jamaah haji.

Kegiatan Pengajian Akbar Kemerdekaan Jamaah Haji Banten se-Tangerang Raya diharapkan dapat menjadi agenda yang memperkuat persatuan para jamaah sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan. Nilai-nilai kemerdekaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial diharapkan terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.


Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui kebersamaan, kepedulian, serta kontribusi nyata masyarakat dalam membangun kehidupan yang religius, harmonis, dan berdaya guna bagi lingkungan sekitar.(*)
Apang Supriyadi
