Selasa, 29 September 2026

Kevin Diks Minta Perjuangan Timnas Berlaga dengan 10 Pemain Dihargai

OlahragaKevin Diks Minta Perjuangan Timnas Berlaga dengan 10 Pemain Dihargai

PristiwaNews | Jakarta – Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, mengungkapkan kekecewaannya terhadap respons sebagian penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) setelah Indonesia bermain imbang 0–0 melawan Malaysia pada laga kedua Grup A, FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (28/6/2026).

Diks menilai perjuangan Timnas Indonesia layak mendapatkan apresiasi, terutama karena skuad Garuda harus bermain dengan 10 pemain selama sekitar 60 menit setelah Thom Haye menerima kartu merah.Dalam situasi tersebut, sebagian penonton justru terdengar meneriakkan nama STY, alih-alih memberikan dukungan kepada tim yang berusaha mempertahankan hasil.

Menurut Diks, respons tersebut tidak tepat dan tidak fair bagi para pemain maupun pelatih yang telah berjuang dalam kondisi sulit. “Saya rasa ini tidak benar. Ini tidak baik bagi para pemain dan tidak baik bagi pelatih,” ujar Diks dalam wawancara setelah pertandingan.

Ia juga meminta publik tidak sepenuhnya menyalahkan Thom Haye atas kartu merah tersebut. Diks menegaskan bahwa insiden itu bukan tindakan yang disengaja dan bisa terjadi kepada siapa pun dalam pertandingan, terlebih setelah proses peninjauan VAR.

“Ketika harus bermain dengan 10 orang, hal seperti itu bisa terjadi. Thom tidak melakukannya dengan sengaja. Itu bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk saya. Dengan VAR, semuanya terjadi begitu cepat,” kata Diks.

Meski demikian , Diks tetap mengapresiasi kerja keras rekan-rekannya. Ia mengaku bangga melihat tim mampu bertahan dan berjuang hingga pertandingan berakhir, meski harus kehilangan satu pemain sejak paruh awal laga.

“Saya bangga kepada para pemain yang berjuang dengan 10 orang. Saya tidak tahu berapa lama kami bermain seperti itu mungkin sekitar 60 menit. Berjuang dengan 10 orang sangat sulit, tetapi kami tetap bangga kepada para pemain,” ucapnya.

Indonesia mengawali laga dengan upaya menjaga keseimbangan permainan dan membangun serangan ke pertahanan Malaysia. Namun, kartu merah yang diterima Thom Haye mengubah jalannya pertandingan secara signifikan. Sejak bermain dengan 10 pemain, Indonesia harus lebih banyak berkonsentrasi menjaga organisasi pertahanan dan menutup ruang serangan lawan.

Malaysia berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk meningkatkan tekanan. Indonesia merespons dengan disiplin dan kerja keras, mengandalkan kekompakan lini belakang serta transisi yang lebih berhati-hati. Hingga peluit akhir berbunyi, kedua tim gagal mencetak gol dan pertandingan berakhir 0–0.

Hasil tersebut membuat Indonesia tetap mengamankan satu poin dari pertandingan kedua Grup A. Diks kemudian mengarahkan fokus ke laga berikutnya melawan Bangladesh.

“Cetak gol sebanyak-banyaknya. Itu saja,” ujar Diks ketika ditanya mengenai target perbaikan untuk pertandingan mendatang.

Diks juga berharap suporter dan masyarakat Indonesia tetap memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia.Baginya, dukungan publik sangat penting untuk menjaga semangat tim menghadapi pertandingan berikutnya.

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.