PristiwaNews| TANGERANG,- Warga Kampung Sondol RT 02/06, Kelurahan Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, digegerkan dengan penemuan kerangka yang diduga merupakan jasad manusia di sebuah lahan kosong, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kerangka tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang tengah mencari rumput di sekitar lokasi. Saat berada di lahan kosong, saksi melihat sejumlah tulang yang bentuknya menyerupai bagian dari kerangka manusia.

Saksi kemudian memeriksa lokasi dan menemukan sejumlah tulang lainnya. Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak desa dan diteruskan ke Polsek Pasar Kemis.
Mendapat laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Pasar Kemis Ipda Ahmad Dasuki, S.E., M.M., bersama personel langsung mendatangi lokasi. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polresta Tangerang serta pihak RSUD Balaraja untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap temuan tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas memastikan adanya kerangka yang diduga merupakan kerangka manusia. Kerangka tersebut kemudian dievakuasi ke RSUD Balaraja untuk menjalani pemeriksaan forensik lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kerangka tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 50 tahun. Namun, hingga saat ini identitas korban belum diketahui.
Kanit Reskrim Polsek Pasar Kemis Ipda Ahmad Dasuki mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas korban serta mengetahui informasi lain yang berkaitan dengan penemuan tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan awal memang ditemukan kerangka yang diduga merupakan kerangka manusia. Kami masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Ahmad.

Ia menambahkan, sejauh pemeriksaan awal dilakukan, polisi belum menemukan bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
“Untuk sementara belum ditemukan bukti yang mengarah kepada dugaan tindak pidana. Kerangka tersebut kami evakuasi ke RSUD Balaraja untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Pemeriksaan forensik dilakukan untuk membantu proses identifikasi, termasuk memastikan kondisi kerangka dan memperoleh informasi mengenai perkiraan waktu kematian.
Selain pemeriksaan forensik, polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari masyarakat sekitar. Langkah tersebut dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya laporan orang hilang yang memiliki keterkaitan dengan temuan kerangka tersebut.
Sampai saat ini, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian maupun adanya unsur pidana dalam kasus tersebut. Penyelidikan masih berlangsung sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.

Polsek Pasar Kemis mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai warga yang hilang atau memiliki informasi yang dapat membantu proses identifikasi agar segera melapor kepada pihak kepolisian.(*)
Apang Supriyadi
