PristiwaNews | Jakarta — Hasil imbang 0-0 Indonesia kontra Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (28/9/2026) malam, menyisakan pemandangan yang lebih menarik dari sekadar skor.
Setelah laga berakhir, sebagian suporter Garuda meneriakkan nama Shin Tae-yong dari tribun. Chant tersebut bahkan kembali terdengar ketika para pemain berkumpul di tengah lapangan.
Momen itu menjadi sorotan karena muncul setelah Indonesia gagal mengalahkan Malaysia. Skuad Garuda juga harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye mendapat kartu merah.
Keluarnya sang eksekutor membuat tim asuhan John Herdman lebih banyak bertahan hingga pertandingan berakhir. Berdasarkan catatan Soccerway, Malaysia punya 18 tendangan ke gawang sedangkan Indonesia hanya empat kali.
Teriakan nama Shin Tae-yong tersebut setidaknya menunjukkan bahwa sosok pelatih asal Korea Selatan itu masih memiliki tempat kuat dalam ingatan sebagian pendukung Timnas Indonesia.
Lima Tahun Shin Tae-yong dan Sejumlah Catatan
Shin Tae-yong menangani Timnas Indonesia selama sekitar lima tahun. Dalam periode tersebut, ia membawa Garuda mencatat sejumlah pencapaian, termasuk menjadi runner-up Piala AFF 2020, meraih perunggu SEA Games 2021, serta membawa Indonesia ke babak 16 besar Piala Asia 2023.
Shin juga mengantarkan Timnas Indonesia mencatat perjalanan terjauh dalam sejarah keikutsertaan di kualifikasi Piala Dunia, dengan lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Di level U-23, pencapaiannya juga menjadi bagian penting dalam periode tersebut. Indonesia mencapai semifinal Piala Asia U-23 2024 dan kemudian finis di posisi keempat setelah kalah dari Irak dalam perebutan tempat ketiga.
Perjalanan itu membuat nama Shin tidak sekadar dikenang karena hasil pertandingan, tetapi juga karena sejumlah tonggak baru yang dicapai sepak bola Indonesia selama masa kepemimpinannya.
Chant yang Muncul di Tengah Era Baru
Shin Tae-yong akhirnya diberhentikan PSSI pada Januari 2025. Setelah itu, Timnas Indonesia memasuki periode pergantian pelatih sebelum John Herdman mengambil alih. Saat ini Shin menangani Persija Jakarta.
Karena itu, kemunculan chant “Shin Tae-yong” di tengah laga Indonesia versus Malaysia menjadi bagian menarik dari respons para suporter terhadap performa tim Garuda saat ini.
Namun, reaksi tersebut tidak diterima positif oleh semua pihak. Kevin Diks yang mendengar langsung teriakan suporter menyatakan keberatannya. Ia menilai respons tersebut tidak baik bagi pemain maupun pelatih, terlebih Indonesia harus berjuang dengan 10 pemain dalam waktu yang panjang.
Di sisi lain, hasil imbang membuat Indonesia mengoleksi empat poin dari dua laga dan masih berada di posisi kedua Grup A berdasarkan selisih gol.
Dengan demikian, satu hal menjadi sorotan dari malam di GBK: ketika pertandingan berakhir tanpa gol, nama mantan pelatih justru menggema dari tribun suporter.
Apakah itu sekadar bentuk nostalgia terhadap era Shin Tae-yong atau cerminan kekecewaan sebagian suporter terhadap performa Garuda saat ini, penilaian tersebut sepenuhnya berada di tangan publik.
