PristiwaNews // MEDAN – Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menggelar Upacara Bendera Peringatan Hari Pramuka yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kepanduan pada Jumat (14/08). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Upacara Lapas Kelas I Medan tersebut dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh jajaran pejabat manajerial, pejabat struktural, serta seluruh pegawai Lapas Kelas I Medan.
Rangkaian upacara berlangsung tertib dan penuh disiplin, diawali dengan masuknya Pemimpin Upacara ke lapangan untuk menyiapkan pasukan, laporan Pemimpin Upacara, serta masuknya Pembina Upacara ke mimbar utama. Suasana nasionalisme semakin terasa saat pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Pembina Upacara untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.
Pesan-pesan luhur kepanduan dan kebangsaan kemudian dipertegas melalui pembacaan teks Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta Dasa Dharma Pramuka. Dalam amanatnya, Pembina Upacara menekankan pentingnya pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan sebagai nilai utama yang harus terus ditanamkan melalui gerakan Pramuka.
Kalapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan di lingkungan Lapas memiliki peran penting sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka sejalan dengan tujuan pemasyarakatan dalam membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mandiri, memiliki kepedulian sosial, serta mampu membangun kembali kepercayaan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
“Semangat Pramuka mengajarkan kita tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang terus kami dorong dalam pelaksanaan pembinaan di Lapas Kelas I Medan, sehingga Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal positif untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali berkontribusi di masyarakat,” ujar Fonika.
Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa momentum Hari Pramuka ke-65 harus menjadi motivasi bagi seluruh anggota Pramuka Gudep 14.1387 Lapas Kelas I Medan untuk terus mengembangkan potensi, menjaga kekompakan, serta menunjukkan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk berkarya dan memberikan kontribusi positif.
“Melalui kegiatan kepramukaan, kami berharap nilai-nilai positif tersebut dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Jadikan Pramuka sebagai wadah untuk belajar, membangun karakter, meningkatkan keterampilan, serta menumbuhkan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” tambahnya.
Upacara kemudian dilanjutkan dengan pengumandangan Hymne Pramuka dan pembacaan doa sebagai bentuk rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dengan lancar.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, suasana semakin meriah dengan digelarnya pertunjukan khusus oleh anggota Pramuka Gugus Depan (Gudep) 14.1387 Lapas Kelas I Medan. Penampilan tersebut berlangsung apik dan mendapat apresiasi dari seluruh peserta upacara, sekaligus menjadi gambaran nyata dari keberhasilan pembinaan kepramukaan yang dilaksanakan di Lapas Kelas I Medan.
Bagi Lapas Kelas I Medan, peringatan Hari Pramuka ke-65 bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menanamkan nilai patriotisme, kedisiplinan, gotong royong, kemandirian, serta pembentukan karakter positif bagi Warga Binaan.
Melalui semangat kepanduan, Lapas Kelas I Medan berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang edukatif, produktif, dan berkelanjutan, sehingga Warga Binaan memiliki bekal keterampilan, karakter, dan mental positif sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial serta kesiapan untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang baik.(Loan)
