Sabtu, 25 Juli 2026

Menguatkan Solidaritas Wartawan, Membangun Organisasi yang Profesional, Berintegritas dan Berdaya Saing”, Menjadi Tema dalam Acara Pelantikan Para Pengurus DPP SWI

NEWSMenguatkan Solidaritas Wartawan, Membangun Organisasi yang Profesional, Berintegritas dan Berdaya Saing", Menjadi Tema dalam Acara Pelantikan Para Pengurus DPP SWI

Pristiwa News l Jakarta – Pelantikan Para Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Sekber Wartawan Indonesia (SWI), untuk masa Bhakti 2026 – 2031, oleh Ketua Umum DPP SWI terpilih, H. Iskandar, S.Sos, dilaksanakan di Grand Ballroom United Tractors, Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Minggu 19-7-2026.

Mengusung tema : “Menguatkan Solidaritas Wartawan, Membangun Organisasi yang Profesional, Berintegritas dan Berdaya Saing”, Acara pelantikan menjadi momentum penting untuk langkah DPP SWI dalam menghadapi era globalisasi kedepannya yang semakin kompleks.

Kepada Para Pengurus DPP SWI yang baru dilantik, Iskandar menekankan “Untuk senantiasa menjaga nama baik SWI, juga mampu menjalani Sumpah dan Janji sebagai Pengurus SWI Pusat”.

“Kita harus menjaga marwah SWI, yang tadi sudah diucapkan sumpah dan janji, untuk sepenuhnya Kita jalankan. Ini harapan saya,” Harap Iskandar.

Bukan hanya seremonial belaka, pelantikan tersebut juga dirangkai dengan Kegiatan bertajuk “SWI Green Impact”, Berupa ‘Literasi Hukum Bijak dalam Bermedia Sosial (Medsos)’ dan ‘Ngopi Bareng bidang Lingkungan Hidup’ dengan tema “Sampah Jadi Cuan”.

Kegiatan Ngopi Bareng itu menegaskan, bahwa SWI juga memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah, yang masih menjadi momok bagi sejumlah daerah di Indonesia.

Dalam arahannya, Ketum SWI, Iskandar menyampaikan, dari panggung SWI Green Impact ini, Anggota SWI di seluruh Indonesia didorong berbuat aksi nyata dengan menjadi pelopor ekonomi sirkular di daerah masing-masing.

“Kita harus berani dalam hal ini, SWI harus menjadi pelopor gerakan ekonomi sirkular, dengan mengubah sampah manjadi cuan”, Ujar Iskandar.

Limbah tidak lagi dianggap sebagai sampah akhir, melainkan bahan baku atau sumber daya baru untuk siklus produksi selanjutnya.

Menurut Iskandar, sebenarnya bukan hanya sampahnya yang diolah tapi manusianya sendiri juga yang harus memiliki kesadaran tinggi terhadap penanganan sampah.

“Sebenarnya bukan sampah yang kita olah, tapi kita sebagai manusianya juga perlu sadar diri mengelola sampahnya. Kita SWI harus menjadi pelopor disetiap daerah, itu yang kita harapkan,” imbuhnya.

Ia pun meminta kepada DPW dan DPD yang hadir, untuk mendukung gerakan SWI Green Impact ini. Pasalnya, itu bukanlah wacana namun harus diimplementasikan atau diwujudkan.

“Saya mohon kepada seluruh wartawan yang di SWI maupun yang lain, mohon dukungannya bahwa gerakan SWI seluruh Indonesia ini nyata, tidak hanya omon-omon saja”, Ucap Iskandar.

Tak lupa Iskandar menyampaikan terima kasih kepada Pengurus DPW dan DPD SWI, Organisasi Masyarakat (Pas), Para Pelaku UMKM, Aktifis Lingkungan Depok, Didiet, Ketua PWOIN Depok, Benny Gerungan, Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) dan Perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang menghadiri kegiatan tersebut.

Serta United Tractors, Apmiso, Yayasan Nur Iskandar Abadi, Vita Catering dan Plasticpay, yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.

Dalam Ngobrol Pintar dan Inspiratif (Ngopi) bareng, SWI menghadirkan Nara Sumber Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi II Kepala Staf Kepresidenan (KSP),Prof. Popy Rufaidah, S.E., MBA., Ph.D., Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Agus Rusli, S.Pi., M.Si. dan Staf Penggalangan Dukungan Publik (Publik Engagement) Eksekutif Nasional WALHI atau Eknas WALHI.

Kegiatan Ngopi bareng yang merupakan ikon SWI itu, menggagas gerakan pengurangan dan pemanfaatan sampah, agar sampah tidak lagi menjadi menjadi beban namun sebagai solusi mendapatkan uang.

Sedangkan dalam kegiatan Literasi Hukum yang dibawakan oleh Ketua Yayasan Bantuan Hukum Mata Pena Keadilan, Omega DR Tahun, S.H., S.K.N., M.H., M.Kes, SWI menggugah masyarakat agar bijak dalam ber-medsos, sehingga terhindar dari jerat Undang-Undang ITE.

Pasalnya, bebas berpendapat bukan berarti bebas tanpa batas, karena setiap jempol yang mengetik di Med

Lando

ADVERTISEMENT
Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.